Mar 05, 2021 16:05 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif.
    Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif.

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif dalam pesannya menekankan fakta bahwa kesepakatan nuklir JCPOA (Rencana Aksi Komprehensif Bersama) tidak dapat dinegosiasikan ulang.

"JCPOA tidak bisa dinegosiasi ulang — titik," tulis Zarif dalam tweetnya pada hari Kamis (4/3/2021).

Statemen Zarif tersebut merupakan respon terhadap permintaan pemerintah Presiden Amerika Serikat Joe Biden terkait dengan JCPOA.

Wakil Menlu AS Wendy Sherman pada hari Rabu mengatakan bahwa situasi geopolitik telah berubah dan Washington menginginkan perjanjian jangka panjang yang lebih kuat dari JCPOA.

"Jika tahun 2021 bukan 2015, maka itu juga bukan 1945. Jadi mari kita ubah Piagam PBB & hapus hak veto, yang begitu sering disalahgunakan oleh AS," tegas Zarif dalam tweetnya.

Sebelumnya, Zarif juga menuntut tindakan korektif oleh AS dan mematuhi komitmennya di bawah perjanjian nuklir JPCOA.

Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani pada hari Kamis mengatakan bahwa AS harus kembali ke JCPOA dengan mencabut semua sanksi dan mengambil tindakan praktis.

Dia menambahkan, dalam empat tahun terakhir, komunitas internasional telah menyaksikan pendekatan ilegal AS dan perang ekonomi skala penuh terhadap Iran.

"Sanksi kejam dan ilegal ini telah menimbulkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada pemerintah dan rakyat Iran," ujarnya.

Sesuai dengan kebijaksanaan Iran, lanjut Rouhani, JCPOA sejauh ini bertahan meskipun AS telah memilih penghapusannya. AS, sebagai pihak yang melanggar kesepakatan, harus mencabut semua sanksi dan mengambil langkah-langkah praktis agar bisa kembali ke JCPOA. (RA)  

Tags