Mar 06, 2021 11:11 Asia/Jakarta
  • Rahbar menanam pohon
    Rahbar menanam pohon

Perkembangan Iran sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai Rahbar menanam dua bibit pohon buah menandai pekan sumber daya alam.

Selain itu, Presiden Iran menyikapi prakarsa negosiasi Ulang JCPOA, drone Kaman 22 akan diserahkan ke AU Iran, hasil uji klinis tahap pertama COVIran Barekat sangat menjanjikan, Tehran dan Seoul menyepakati mekanisme pencairan dana Iran yang diblokir Korsel, ekspor gas Iran melonjak 100 persen di puncak sanksi, dan IRGC berhasil menggagalkan upaya pembajakan pesawat Iran Air.

 

 

Menandai Pekan SDA, Rahbar Menanam Dua Bibit Pohon Buah

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menanam dua bibit pohon buah menandai peringatan Hari Penanaman Pohon Nasional dan dimulainya Pekan Nasional Sumber Daya Alam (SDA) (6-13 Maret).

Penamanam secara simbolis yang merupakan bentuk apresiasi atas pentingnya penghijauan dan menjaga kelestarian alam itu dilakukan Ayatullah Khamenei di Kompleks Kantor Rahbar pada hari Jumat (5/3/2021).

Tanggal 6-13 Maret (15-22 Isfand) di Iran dinamai sebagai Pekan Nasional Sumber Daya Alam, di mana hari pertamanya, tanggal 6 Maret adalah Hari Penanaman Pohon Nasional.

Dua tahun lalu, Ayatullah Khamenei menyebut penanaman pohon sebagai kabar baik menjelang musim semi dan mengingatkan pentingnya dukungan kepada vegetasi.

Rahbar juga menyinggung kerugian besar akibat pengabaian terhadap hutan, padang rumput dan pengabaian atas dukungan kepada vegetasi.

"Masalah pohon dan perlindungan vegetasi harus menemukan tempat yang sebenarnya dalam budaya publik," kata Rahbar usai menanam dua bibit pohon buah pada hari Rabu (6/3/2019).

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyebut penanaman bibit pohon di Hari Penanaman Pohon Nasional sebagai langkah simbolik yang memiliki tujuan memperkuat budaya tentang pentingnya pohon dan tanaman.

Rahbar juga mengkritik pemusnahan pohon-pohon di sejumlah tempat dengan dalih pembangunan gedung dan perumahan.

"Instansi-instansi yang bertanggung jawab harus secara serius mencegah dan menangani masalah tersebut dan tidak mengizinkannya," tegas Rahbar.

Ayatullah Khamenei menuturkan, instansi-instansi yang bertanggung jawab harus berusaha untuk melindungi dan melestarikan hutan dan padang rumput.

Rahbar menegaskan, badan-badan seperti peradilan juga harus berusaha penuh untuk mencegah penggundulan hutan.

 

Presiden Iran, Hassan Rouhani

 

 

Presiden Iran Sikapi Prakarsa Negosiasi Ulang JCPOA

Presiden Iran menegaskan bahwa JCPOA sama sekali tidak dapat dinegosiasikan ulang, dan satu-satunya cara untuk mempertahankan dan menghidupkan perjanjian nuklir internasional ini dengan mencabut sanksi Amerika Serikat terhadap Republik Islam.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Iran Hassan Rouhani dalam percakapan via telpon dengan sejawatnya dari Prancis Emmanuel Macron pada hari Selasa (2/3/2021). 

Rohani mengatakan, "Pengurangan bertahap komitmen Iran di JCPOA disebabkan langkah Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir internasional dan ketidakmampuan tiga negara Eropa untuk memenuhi kewajibannya di JCPOA. Tapi Iran akan segera kembali jika pihak lain menjalankan kewajibannya,".

Mengenai pembatalan implementasi sukarela dari Protokol Tambahan oleh Iran dalam kerangka hukum yang disetujui oleh parlemen negara ini, Presiden Iran menambahkan, "Kerja sama kami dengan Badan Energi Atom Internasional terus berlanjut dan kami tidak pernah meninggalkan JCPOA,".

Dalam percakapan telepon ini, Presiden Prancis menyebut pelestarian JCPOA sebagai suatu kebutuhan bagi komunitas internasional, dan menekankan perlunya kelanjutan pembicaraan untuk mengembalikan semua pihak pada pelaksanaan penuh kewajibannya di JCPOA.

Emmanuel Macron juga menegaskan, "Eropa siap lebih aktif dalam beberapa minggu mendatang untuk menghidupkan kembali JCPOA."

 

Drone Kaman 22

 

Brigjend Nasirzadeh: Drone Kaman 22 akan Diserahkan ke AU Iran

Komandan Angkatan Udara Militer Iran mengatakan, pesawat nirawak Kaman 22 memilki kemampuan membawa berbagai jenis muatan seperti bom dan rudal.

Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh (4/3/2021) menuturkan, drone Kaman 22 memiliki kemampuan terbang yang cukup lama, diperkirakan hingga 24 jam.

Ia menambahkan, Kaman 22 juga bisa menjangkau jarak yang jauh, oleh karena itu pada target-target jarak jauh, ia bisa melakukan berbagai operasi termasuk operasi tempur, penjagaan, pemantauan, identifikasi, dan pengambilan gambar dengan amunisi yang cukup banyak, sehingga meningkatkan kemampuan tempur AU Iran.

Nasirzadeh membantah tuduhan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel bahwa Iran tidak punya kemampuan menciptakan drone semacam ini.

"Mereka berulangkali menyaksikan dan melihat, bahwa semua yang kami umumkan sudah kami buat dan digunakan di medan tempur," imbuhnya.

Komandan AU Iran menegaskan, drone Kaman 22 adalah contoh nyata, saat pertama kali kami umumkan, tidak ada satupun yang percaya, tapi drone ini sudah dilibatkan dalam sejumlah manuver dan sukses.

 

 

Hasil Uji Klinis Tahap Pertama COVIran Barekat, Sangat Menjanjikan

Petugas pelaksana uji klinis vaksin Corona Iran, COVIran Barekat mengatakan, hasil tahap pertama uji klinis pada manusia vaksin ini, sangat menjanjikan.

Mohammad Reza Salehi, Kamis (4/3/2021) kepada IRNA menuturkan, sejauh ini hasil uji coba imunogenisitas serum lebih dari 44 relawan sudah siap, dan secara serius jauh melebihi harapan kami.

Ia menambahkan, meski hasil tahap pertama uji klinis pada manusia sangat menjanjikan, namun untuk mencapai hasil pasti, harus menunggu beberapa lagi sampai hasil uji klinis seluruh relawan keluar.

"Kemungkinan besar kami akan memulai tahap kedua uji klinis manusia vaksin Corona, COVIran Barekat akhir Maret 2021 yang dilakukan secara 'multicenter research trial', dengan kerja sama beberapa kampus kedokteran Iran," tambah Salehi.

Menurutnya, beberapa hari ke depan hasil final tahap pertama uji klinis manusia COVIran Barekat akan dianalisa, dan diserahkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kementerian Kesehatan Iran, setelah itu lembaga ini akan melakukan pemeriksaan dan mengeluarkan izin uji klinis tahap kedua.

 

Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif

 

Tehran dan Seoul Sepakati Mekanisme Pencairan Dana Iran yang Diblokir Korsel

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa mekanisme pencairan dana Iran dari Korea Selatan telah disepakati oleh kedua belah pihak.

"Mekanisme sudah disepakati, tapi tampaknya Korea belum mendapatkan izin yang diperlukan, jadi mereka akan mengumumkan dan menindaklanjuti izin yang diperlukannya," ujar Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, hari Rabu (3/3/2021)

"Iran tidak membutuhkan izin dari Amerika, tetapi Korea Selatan masih berusaha mendapatkan izin dari Amerika Serikat untuk mencairkan uang Iran yang diblokir di Korea," tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Bank Sentral Iran, Abdul Nasser Hemmati pada hari yang sama mengungkapkan bahwa dana yang diminta Bank Sentral Iran dari Korea Selatan sebesar tujuh miliar dolar, tetapi pembayaran seharusnya dimulai dengan setidaknya satu miliar dolar.

 

 

Di Puncak Sanksi, Ekspor Gas Iran Melonjak 100 Persen

CEO Perusahaan Gas Nasional Iran mengumumkan pertumbuhan ekspor gas negaranya sebesar 100 persen, padahal Iran saat ini sedang menghadapi gelombang tekanan sanksi ketat AS.

Hassan Montazer Torbati pada hari Selasa (2/3/2021) mengatakan, "Ekspor gas telah mengalami pertumbuhan 100 persen dengan peningkatan signifikan dari 9 miliar meter kubik pada tahun 1392 Hs menjadi 18 miliar meter kubik tahun ini.

CEO Perusahaan Gas Nasional Iran menjelaskan bahwa kontrak untuk ekspor gas Iran ke Turki dan Irak sedang berlangsung sebagai kontrak utama,

"Ekspor ke Republik Azerbaijan dan Armenia juga berlanjut," ujar Torbati.

"Ada rute berbeda yang akan ditempuh," tegasnya menyinggung potensi ekspor gas dari Iran ke Eropa.

Menurutnya, Selain rute Turki, ada jalur pipa dari Irak dan Suriah dan juga ekspor dari Republik Azerbaijan. Namun, ide terkuat adalah mengekspor gas Iran ke Eropa dari Turki yang saat ini menjadi prioritas.

Menurut Torbati, mengimpor gas dari Iran merupakan keuntungan bagi Eropa.

"Eropa bisa melihat Iran sebagai pemasok gas yang stabil dan dapat diandalkan," pungkasnya.

 

 

IRGC Gagalkan Upaya Pembajakan Pesawat Iran Air

Unit keamanan penerbangan IRGC (Pasukan Garda Revolusi Islam Iran) berhasil menggagalkan rencana pembajakan pesawat dalam perjalanan dari Ahvaz di Iran selatan ke Mashhad, timur laut negara ini.

Seperti dilansir IRNA, dalam pernyataan IRGC pada hari Jumat (5/3/2021), upaya untuk membajak pesawat Fokker-100 milik Iran Air yang lepas landas dari Bandara Ahvaz ke Mashhad pada Kamis malam berhasil digagalkan oleh unit keamanan IRGC.

Pesawat dengan nomor penerbangan 334 yang lepas landas pada pukul 22.10 itu sempat delay selama 10 menit. Setelah melakukan pendaratan darurat di Bandara Isfahan, pelaku berhasil ditangkap.

Berdasarkan pernyataan awal, pelaku bermaksud untuk mendaratkan pesawat di bandara salah satu negara bagian selatan Teluk Persia setelah pembajakan.

Para penumpang pesawat dalam kondisi selamat dan melanjutkan perjalanan mereka dengan penerbangan lain.

Kini insiden tersebut sedang diselidiki oleh pihak berwenang terkait. (PH)

 

 

 

Tags