Mar 07, 2021 21:37 Asia/Jakarta
  • Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi.
    Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi.

Asisten dan penasihat senior Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran mengatakan, Republik Islam berada di puncak kekuatan pertahanan terutama di bidang kedirgantaraan.

Hal itu disampaikan Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi di hadapan para dosen dan mahasiswa Universitas Kedirgantaraan Ashura Iran, Minggu (7/3/2021) seperti dilansir IRNA.

"Kehebatan dan kekuatan Angkatan Udara IRGC saat ini tidak dapat dibandingkan dengan era Perang Pertahanan Suci," ujarnya.

Mayjen Safavi mencatat dunia saat ini sedang berubah dengan sangat cepat. Perubahan hierarki kekuatan dalam tatanan dunia bergerak lebih cepat di Asia dan Asia Barat ini.

"30 tahun ke depan, tidak ada negara yang akan menjadi satu-satunya kekuatan superpower dunia, tetapi dunia akan menyaksikan lahirnya sistem kekuatan multipolar, dan sistem kekuatan mungkin akan bergerak dari Barat ke Timur," jelasnya.

Mayjen Safavi lebih lanjut menuturkan, permusuhan AS dengan bangsa Iran tidak ada hubungannya dengan isu nuklir dan kekuatan rudal, tetapi ada pertentangan antara semangat sistem hegemoni dan Revolusi Islam.

Menurutnya, Amerika dan Zionis takut akan pertumbuhan kekuatan bangsa, kepemimpinan, dan Revolusi Islam di wilayah Asia Barat. Mereka takut terhadap kesadaran dan perlawanan rakyat Iran, serta kepemimpinan Ayatullah Sayid Ali Khamenei sebagai penangkal konspirasi.

Mayjen Safavi menegaskan pasukan Amerika pasti akan diusir dari kawasan. "Kita harus bekerja sama dengan pemerintah dan bangsa-bangsa regional untuk mengusir pembuat kekacauan, pembunuhan, dan pendudukan selama 20 tahun di kawasan ini yaitu pasukan AS dan sekutunya," tambahnya.

"Kita akan menindaklanjuti strategi untuk mengusir pasukan AS dari Asia Barat dan membebaskan daerah ini dari dominasi militer AS," pungkasnya. (RM)

Tags