Mar 17, 2021 16:20 Asia/Jakarta
  • Fase Pertama Uji Klinis Vaksin Fakhra Buatan Iran, Selasa (16/3/2021).
    Fase Pertama Uji Klinis Vaksin Fakhra Buatan Iran, Selasa (16/3/2021).

Republik Islam Iran telah telah meluncurkan vaksin Virus Corona ketiga bernama Fakhra. Fase pertama uji klinis vaksin Covid-19 buatan dalam negeri Iran ini telah dimulai pada hari Selasa, 16 Maret 2021.

Uji klinis pertama itu dihadiri oleh Menteri kesehatan Republik Islam Iran Saeed Namaki dan Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Amir Hatami.

Suntikan pertama uji klinis vaksin Fakhra diberikan kepada putra Syahid Mohsen Fakhrizadeh. Mohsen Fakhrizadeh adalah ilmuwan senior Iran yang diteror oleh agen Zionis pada 27 November 2020.

Ahmad Karimi, manajer proyek vaksin Fakhra dalam acara peluncuran fase awal uji coba vaksin ini hari Selasa mengatakan, proses penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19 dimulai tahun lalu. Sampel pasien Iran dan kultur dari 30 isolat yang sesuai dari benih vaksin pertama dipilih dan diproduksi darinya.

"Proses produksi meliputi: kultur sel, inokulasi, penyebaran, isolasi dan pemurnian, inaktivasi dan formulasi yang dilakukan dalam waktu singkat, kemudian dilakukan uji hewan dan berbagai uji kendali mutu lainnya," ujar Karimi.

Direktur proyek vaksin Fakhra juga menyatakan hasil uji laboratorium dan uji hewan terhadap lebih dari 650 hewan dari spesies yang berbeda menunjukkan tidak berbahaya dan efektifitas vaksin  terbukti.

"Pada saat yang sama, desain dan konstruksi sebuah pabrik produksi massal Vaksin juga telah dimulai dan kami berharap dapat memasuki fase produksi pada musim panas," pungkasnya.

Vaksin Covid-19 buatan Iran, Fakhra Iran diproduksi oleh Badan Inovasi dan Riset Kementerian Pertahanan Iran yang dipimpin oleh ilmuwan syahid Mohsen Fakhrizadeh.

Nama Fakhr dari nama singkat Fakhrizadeh sebagai bentuk penghargaan terhadap kiprah besar ilmuwan yang gugur diteror pada 27 November 2020.

Sebelumnya, Iran telah meluncurkan vaksin lain bernama Coviran Barekat (COV-Iran Barekat) dan Razi Cov-Pars buatan dalam negeri. Kedua vaksin ini telah memasuki uji klinis pada manusia. (RA)

 

Tags