Apr 08, 2021 09:46 Asia/Jakarta

Beijing kembali menyerukan supaya Washington mencabut sanksi ilegalnya terhadap Tehran.

Menteri luar negeri Cina menyambut baik kemungkinan kembalinya AS ke JCPOA, dan meminta Washington mencabut semua sanksinya terhadap Iran. Selain Menlu Cina, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina juga mengkritik sikap pemerintah AS yang keluar dari JCPOA, dan meminta Washington segera mencabut sanksi tanpa syarat terhadap Tehran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan, "Penarikan sepihak Amerika Serikat dari JCPOA menjadi pemicu utama krisis saat ini. Oleh karena itu, Amerika Serikat harus kembali ke JCPOA tanpa syarat, dan mencabut semua sanksi ilegalnya terhadap Iran,".

Desakan Beijing terhadap Washington untuk mencabut sanksinya terhadap Iran muncul ketika pemerintah AS yang dipimpin Donalad Trump ketika itu, secara sepihak menarik diri dari JCPOA, dan memberlakukan tekanan maksimum terhadap Tehran, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan selama pandemi virus Corona, sanksi masif AS tersebut menyebabkan Iran tidak bisa mengakses sumber dananya di negara lain untuk mengimpor obat dan makanan.

Cina sebagai anggota JCPOA selalu mendukung dan berkomitmen terhadap perjanjian internasional ini. Selain itu, Beijing berupaya mencari cara untuk mendorong Amerika Serikat kembali ke JCPOA, dan meminta negara-negara Eropa memenuhi kewajibannya terhadap perjanjian nuklir internasional itu.

Surat kabar Cina, Global Times menulis, "Beijing telah mengambil sikap yang adil dalam masalah JCPOA dan memainkan peran yang konstruktif, sementara Amerika Serikat justru menciptakan ketegangan dengan menarik diri keluar dari JCPOA,".

 

Pertemuan Komisi Bersama JCPOA di Wina 

 

Menyikapi banyaknya dukungan untuk mendorong kembalinya AS ke JCPOA di masa pemerintahan AS yang dipimpin Biden, para pejabat senior Iran mengingatkan fakta bahwa Amerika Serikat adalah pihak yang secara ilegal keluar dari JCPOA, dan menjatuhkan sanksi terhadap Tehran. Republik Islam menekankan bahwa Amerika Serikat harus terlebih dahulu menjalankan komitmennya di bawah kesepakatan nuklir internasional, dan harus diverifikasi oleh Tehran. Kemudian Iran akan kembali menjalankan komitmen penuhnya di JCPOA.

Di tengah kondisi demikian, Komisi Bersama JCPOA menggelar pertemuan yang dilaksanakan pada hari Selasa (6/4/2021) di Wina. Berdasarkan kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan tersebut, dua pertemuan pakar anggota Komisi Bersama JCPOA akan digelar untuk membahas aspek teknis dan rincian isu terkait pencabutan sanksi dan isu nuklir, serta melaporkan hasilnya kepada komisi tersebut.

Secara keseluruhan, langkah sepihak Amerika Serikat keluar dari JCPOA sebagai pemicu utama krisis saat ini. Sebagaimana yang dikemukakan oleh pejabat Cina, Amerika Serikat harus kembali ke JCPOA tanpa syarat dan mencabut semua sanksi ilegalnya terhadap Iran.

Masalah ini juga ditekankan oleh Seyyed Abbas Araghchi, Deputi Urusan Politik Menteri Luar Negeri Iran, sekaligus kepala delegasi Iran pada pertemuan Komisi Bersama JCPOA. Sebagaimana disampaikan Araghchi, pencabutan sanksi AS terhadap Iran sebagai langkah paling penting yang harus diambil untuk memulihkan JCPOA, dan Republik Islam siap untuk menjalankan komitmen penuhnya terhadap perjanjian nuklir internasional itu, setelah memverifikasi implementasi pencabutan sanksi Washington terhadap Tehran.(PH)

Tags