Apr 11, 2021 18:20 Asia/Jakarta
  • Hujjatul Islam Shahriari (tengah) dalam pertemuan dengan para ulama Irak.
    Hujjatul Islam Shahriari (tengah) dalam pertemuan dengan para ulama Irak.

Agama Islam menjadikan jalan keselamatan dan kebahagiaan manusia dalam bingkai persatuan dan mengesampingkan perbedaan mazhab dan pemikiran.

Sekjen Forum Pendekatan Antar Mazhab Islam, Hujjatul Islam Hamid Shahriari dalam kunjungannya ke Irak, Sabtu (10/4/2021), bertemu dengan berbagai lapisan masyarakat Muslim Irak dengan tujuan mencari cara-cara untuk memperkuat persatuan.

Dia juga melakukan beberapa sesi dialog antar-mazhab dengan para ulama dan tokoh Sunni Irak.

Sebelum bertolak ke Baghdad, Hujjatul Islam Shahriari juga melakukan serangkaian pertemuan dengan para ulama Syiah dan Sunni di kota Karbala dan Najaf, termasuk pertemuan dengan Ketua Dewan Ulama Sunni Irak, Syeikh Khaled al-Mulla.

Hujjatul Islam Shahriari dalam pertemuan itu, berbicara tentang konspirasi rezim Zionis terhadap kaum Muslim dan nilai-nilai Islam. Dia mengingatkan bahwa dunia Islam sedang menghadapi bahaya yang serius dan untuk mengatasi bahaya ini, maka dibutuhkan kerja sama dan gotong royong dari seluruh kaum Muslim, terutama para ulama.

Di pihak lain, Syeikh al-Mulla mengatakan bahwa di antara skenario musuh adalah menciptakan perpecahan di Irak. “Sebagaimana sudah sering ditekankan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, hari ini kita perlu meningkatkan kegiatan pendekatan antar-mazhab dan persatuan Islam lebih dari sebelumnya.”

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pidato-pidatonya, menjelaskan faktor-faktor yang mengganggu persatuan di tengah umat Islam. Menurutnya, faktor utamanya antara lain menciptakan konflik di antara negara-negara regional, menyebarkan pengaruh politik, ekonomi, dan budaya di negara-negara Muslim, dan menyulut perselisihan di antara orang Muslim.

Bagian penting dari gerakan destruktif ini disebarkan dalam konteks pemikiran Wahabi Arab Saudi dan Takfiri. Pemikiran batil ini dipakai untuk menyulut perang dan kekerasan di negara-negara Muslim.

Hujjatul Islam Shahriari.

Gerakan berbahaya ini sebenarnya merupakan warisan dari era kolonialisme di wilayah Asia Barat, di mana rezim Zionis Israel dibentuk dan sekarang telah memperlihatkan wajah bengisnya. Oleh karena itu, dunia Islam saat ini perlu memperkuat persatuan Islam lebih dari sebelumnya.

Dalam hal ini, para elit politik dan pemikir Muslim memiliki tanggung jawab yang berat. Banyak dari konspirasi musuh dapat digagalkan dengan cara melaksanakan tanggung jawab ini di tengah situasi yang sensitif.

Menurut Ketua Dar al-Ifta Ahlu Sunnah Irak, Syeikh Abdul-Mehdi al-Sumaidaie, interaksi baik Iran dengan masyarakat Sunni dunia dan Irak telah menggagalkan banyak fitnah.

“Interaksi baik Iran dengan masyarakat Sunni dunia dan Irak, dan upayanya dalam menumpas Daesh dan menggagalkan banyak fitnah di Irak adalah penting,” ujarnya dalam pertemuan dengan Hujjatul Islam Hamid Shahriari.

Hal yang penting dalam situasi saat ini; melakukan upaya untuk melindungi kepentingan dunia Islam dan menghadapi ancaman kolektif yang dapat menjadi model untuk mengembangkan kerja sama dan memperkuat konvergensi antar negara-negara Muslim.

Menurut Hujjatul Islam Shahriari, pendekatan antar-mazhab merupakan sebuah strategi untuk memperkuat dunia Islam dan mempercepat proses pelemahan negara-negara arogan, seperti Amerika Serikat.

Pentingnya kunjungan tersebut dapat dilihat dari pentingnya upaya untuk memperkuat persatuan demi melawan gerakan fitnah yang dilakukan Amerika dan rezim Zionis di kawasan. (RM)

Tags