May 02, 2021 11:46 Asia/Jakarta
  • Seyed Abbas Araghchi
    Seyed Abbas Araghchi

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Urusan Politik, Seyyed Abbas Araghchi mengumumkan kemungkinan kesepakatan para pihak yang berunding di Wina untuk mendorong penghapusan nama mayoritas individu dan institusi Iran dari daftar sanksi nuklir.

Seyyed Abbas Araghchi hari Sabtu (1/5/2021) mengatakan mayoritas nama individu dan institusi akan dihapus dari daftar sanksi, tapi negosiasi masih berlangsung, karena masih ada yang tetap ada dalam list sanksi karena berbagai hal.

"Sanksi subyektif dan sektoral seperti sanksi terhadap sektor energi Iran, yang mencakup minyak dan gas, atau sanksi pada industri mobil, sanksi keuangan, perbankan dan pelabuhan harus dicabut, dan kesepakatan telah dicapai dalam hal ini," ujar Araghchi yang memimpin delegasi juru runding Iran di Wina.

"Dalam masalah nuklir dan pembahasan sanksi, kami memiliki poin teknis dan detail yang perlu dibahas dan diklarifikasi," tegasnya.

Menurutnya, dalam banyak kasus, ada kesamaan, dan dalam beberapa kasus masih ada poin ketidaksepakatan yang saat ini lebih jelas.

Ia juga menjelaskan, "Di beberapa isu, kami sudah mulai menulis teks dan pengerjaannya dilakukan dengan sangat lambat, karena pengerjaan teks memerlukan tingkat akurasi tinggi. Mengingat beberapa masalah masih diperdebatkan, jadi pengerjaannya lambat dan sedang bergerak maju,".

Pertemuan Komisi Bersama JCPOA dilaksanakan di Wina dengan dihadiri delegasi Iran dan kelompok 4 + 1 (Jerman, Prancis, Rusia, Cina dan Inggris) serta perwakilan Uni Eropa.

Para peserta pertemuan ini membahas status terakhir konsultasi kelompok kerja ahli di bidang pencabutan sanksi, masalah nuklir, dan mekanisme implementasinya.

Diputuskan bahwa delegasi akan kembali berunding pekan depan.(PH)

Tags