May 12, 2021 13:20 Asia/Jakarta
  • Rahbar
    Rahbar

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei menyatakan bahwa rezim Zionis tidak memahami bahasa apapun kecuali bahasa kekuatan, oleh karena itu perlawanan sebagai kunci untuk menghadapinya.

Pusat informasi kantor Rahbar Selasa (11/5/2021) malam melaporkan, Ayatullah Khamenei dalam pertemuan konferensi video dengan para aktivis organisasi kemahasiswaan Iran menyampaikan berbagai masalah penting dalam dan luar negeri, termasuk peristiwa getir yang menimpa Palestina dan Afghanistan. 

"Kejahatan ini terjadi di depan mata dunia dan setiap orang harus menjalankan tanggungjawabnya masing-masing, termasuk dengan dengan mengutuknya," ujar Rahbar menyinggung kejahatan yang dilancarkan Zionis terhadap Palestina.

"Zionis tidak mengerti apa-apa selain bahasa kekuatan dan kekerasan. Jadi, Palestina harus meningkatkan kekuatan dan perlawanan mereka untuk memaksa para penjahat menyerah dan menghentikan tindakan jahatnya," tegas Ayatullah Khamenei.

Di bagian lain pidatonya, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengecam aksi teroris terbaru di Afghanistan yang menewaskan banyak siswa yang tidak bersalah. Ayatullah Khamenei mengungkapkan, "Allah swt mengutuk para penjahat yang membunuh tunas muda Afghanistan yang tidak bersalah. Mereka melakukan kejahatan besar dengan menumpahkan darah syuhada remaja putri negara ini,". 

 

Rahbar

 

Rahbar dalam pertemuan dengan para aktivis mahasiswa Iran juga menilai kehadiran organisasi kemahasiswaan sebagai peluang besar bagi negara untuk mendorong kemajuan nasional. Beliau memandang para aktivis mahasiswa mereka sebagai sentral produksi pemikiran dan penggerak gerakan revolusioner dalam berbagai isu sosial dan keilmuan di tingkat nasional.

"Kehadiran pemuda revolusioner di arena berbahaya penanganan virus Corona, kehadiran aktif dalam merespon isu-isu internasional seperti kasus media Prancis yang menghina Islam, ledakan di Universitas Kabul, masalah Palestina dan Yaman, isu FATF, penguatan isu strategis di parlemen dalam masalah nuklir merupakan salah satu contoh langkah penting organisasi kemahasiswaan yang mengagumkan, yang juga memperkuat identitas organisasi kemahasiswaan," papar Rahbar.

Ayatullah Khamenei juga menyampaikan harapannya kepada para aktivis mahasiswa supaya organisasi kemahasiswaan bisa memperkuat kekuatan religius dan revolusioner mereka dalam menjalankan perannya.

"Penyucian diri memiliki dampak besar pada perjuangan sosial dan revolusioner. Imam [Khomeini] menegaskan bahwa penyebab orang takut terhadap AS, karena tidak melakukan menyucian diri, " tegasnya.

Di bagian lain pidatonya, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran juga menjelaskan urgensi transformasi dan lompatan di tingkat nasional dengan inovasi metode dan fungsi di semua bidang pemerintahan maupun kehidupan masyarakat. Rahbar juga menekankan pentingnya partisipasi tinggi dalam pemilu nasional Iran yang akan digelar pada 18 Juni mendatang.(PH) 

Tags