Jun 17, 2021 13:30 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Sayid Ali Khamenei
    Ayatullah Sayid Ali Khamenei

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar mengatakan, dapat dipastikan masa depan negara pada satu rentang waktu tertentu, di semua bidang termasuk ekonomi, keamanan, kesehatan dan lainnya, tergantung pada pekerjaan yang dilakukan rakyat Iran di hari Jumat 18 Juni 2021.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Rabu (16/6/2021) petang menyampaikan pidato menjelang pemilu presiden Iran ke-13 yang sedianya akan diselenggarakan pada hari Jumat 18 Juni 2021.
 
Dalam pidato yang disiarkan langsung radio dan televisi nasional Iran ini, Rahbar mengucapkan selamat atas tibanya Pekan Karamah dan hari lahir Imam Ali Ridha as kepada seluruh rakyat Iran dan semua pecinta ziarah Cucu Rasulullah Saw itu.
 
Rahbar menuturkan, “Kami berharap Allah Swt menambah rahmat-Nya kepada rakyat Iran, berkat doa Imam Ridha as.”
 
Ia menambahkan, “Apa yang ingin saya sampaikan pada kesempatan kali ini adalah seputar pemilu. Kurang dari 48 jam ke depan sebuah peristiwa menentukan di negara ini akan terjadi, yaitu pemilu presiden, dewan kota dan desa. Tentukanlah masa depan negara kalian dengan partisipasi dan kehadiran kalian di tempat-tempat pemungutan suara.”
 
Ayatullah Khamenei mengatakan, "Pekerjaan besar yang akan dilakukan rakyat Iran pada hari Jumat 18 Juni 2021, pertama, prinsip partisipasi, kedua, bentuk partisipasi dan pilihan yang kami harap Allah Swt menghidayahi hati rakyat Iran sehingga dapat berpartisipasi dalam arena ini dengan cara terbaik.”
 
“Dalam salah satu pidato, saya katakan bahwa partisipasi rakyat di pemerintahan Republik Islam Iran bertumpu pada sebuah fondasi yang kuat dan konsep pemikiran kukuh. Bukan masalah politik semata. Meski begitu manfaat politik dari kehadiran rakyat, sangat besar. Akan tetapi yang lebih penting adalah falsafah rakyat di Republik Islam Iran, artinya republik adalah satu masalah, dan Islam masalah lain. Jika republik tidak ada maka negara ini tidak akan terbentuk,” paparnya.
 
Rahbar melanjutkan, “Oleh karena itu pusat-pusat kekuatan jahat dunia menunjukkan penentangannya tepat secara khusus pada pemilu. Dalam semua pemilu Iran selama puluhan tahun, media dan politik musuh digunakan untuk merusak pemikiran masyarakat, dan jika mampu mereka akan mempengaruhi pemilu, maka dari itu mereka tidak membiarkan pemilu Iran terselenggara secara meriah.”
 
pemilu Iran

 

Akan tetapi, imbuhnya, semua pemilu berhasil diselenggarakan tepat waktu. Namun propaganda negatif selalu ada. Sebelum dan setelah pemilu selalu ada. Mungkin kita tidak pernah menyaksikan di dunia ini ada pemilu yang menjadi sasaran serangan sedemikian besar seperti di Iran.
 
Rahbar menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir media Amerika Serikat dan Inggris serta orang-orang bayaran di bawah bendera mereka, berusaha menekan partisipasi rakyat Iran dalam pemilu, dan mempertanyakan keabsahan pemilu. Tujuan mereka menjauhkan rakyat dari pemerintahan Republik Islam Iran.
 
Ayatullah Khamenei menegaskan, “Akan tetapi poin yang menjadi perhatian saya, dan poin terpenting adalah pemilu berarti partisipasi rakyat, artinya pemerintahan Republik Islam Iran memiliki dukungan rakyat. Ini sangat berpengaruh luar biasa pada kekuatan negara. Tidak ada alat kekuatan lain yang setara dengan partisipasi rakyat. Ya, pemerintahan, ekonomi dan politik dapat menambah kekuatan negara, tapi tidak ada yang sebanding dengan partisipasi rakyat.” 
 
Menurut Rahbar, presiden Iran yang akan terpilih pada hari Jumat 18 Juni 2021 jika ia terpilih dengan suara tinggi, maka ia akan mendapatkan dukungan kuat, dan dapat melaksanakan pekerjaan-pekerjaan besar.
 
Masalah berikutnya, kata Rahbar, adalah pemilu yang jujur. Patut disyukuri pemilu Iran selalu terselenggara secara jujur, adil dan transparan. Orang-orang yang memprotes pemilu mungkin punya masalah, tapi secara umum pemilu terlenggara secara jujur dan adil.
 
Ayatullah Khamenei menuturkan, “Yang menarik beberapa negara dunia di tengah Abad 21 ini masih dikelola secara kesukuan, dan sama sekali tidak pernah mengenal pemilu, rakyat negara itu sama sekali tidak tahu apa itu kotak suara, dan tidak bisa membedakan kotak suara dengan kotak buah, tapi media-media dunia melancarkan serangan terhadap pemilu Iran.”
 
 “Beberapa pihak di dalam negeri menyebarkan analisa lemah dan ingin membuat masyarakat putus asa. Saya katakan, ini salah. Putus asa dan putus harapan tidak bermakna. Rakyat dan negara kami kuat, pungkasnya. (HS)

Tags