Jun 18, 2021 15:58 Asia/Jakarta

Pemilu presiden ke-13 Iran yang digelar bersamaan dengan dua pemilu parlemen dan Dewan Ahli Kepemimpinan serta pemilu dewan kota dan desa, dimulai pada jam 7 pagi hari ini, Jumat, 18 Juni, di seluruh Iran.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei mengatakan bahwa hari pemilu adalah hari bangsa Iran, dan suara rakyat dalam pemilu ini menentukan masa depan Republik Islam Iran.

"Hari ini, aktor dan sutradara utama adalah rakyat. Dengan mendatangi kotak-kotak suara dan memberikan suara, mereka sebenarnya sedang menjalankan tugas umum dan mendasar bagi negara untuk tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu, hari ini milik rakyat," kata Ayatullah Khamenei usai memberikan suaranya di TPS hari Jumat (18/6/2021).

Rahbar menegaskan, "Berdasarkan realitas ini, akal dan kebijaksanaan manusia menyatakan bahwa setiap orang (yang memiliki hak suara) harus berpartisipasi dalam ujian nasional yang besar ini, dan alasan kami berulang kali mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemilu ini adalah bahwa dampak pertama dari partisipasi ini akan dirasakan oleh rakyat sendiri. Selain itu, partisipasi rakyat memberikan manfaat besar bagi Republik Islam di arena internasional. Tapi bagaimanapun, yang pertama mendapatkan manfaatnya adalah rakyat  sendiri,".

Pemilu kali ini, sebagaimana semua pemilu dalam 42 tahun terakhir, memiliki banyak dimensi. Namun dalam konteks ini, tiga aspek lebih ditekankan.

 

 

 

Aspek pertama dari urgensi pemilu adalah keberlangsungan demokrasi dan suara rakyat saat ini dalam menentukan nasib negara. Pemilu pasca kemenangan Revolusi Islam selalu memperkuat fondasi demokrasi dan membuka arena bagi aktor baru. Oleh karena itu, setiap periode pemilu muncul calon berbeda dengan periode sebelumnya.

Aspek kedua dari pentingnya pemilu adalah dampak sosial politik dari partisipasi masyarakat dalam pemilu. Partisipasi dalam pemilu, di samping kewajiban agama, adalah hak politik dan sosial. Hak ini, bagaimanapun, memiliki efek di luar lingkup hak individu. Pemilu merupakan tanda kohesi politik dan persatuan nasional. Oleh karena itu, tingkat partisipasi yang rendah dalam pemilu dan ketidakpedulian terhadap nasib dan masa depan politik negara dapat memiliki efek negatif yang bertahan lama di tahun-tahun mendatang.

Dari sudut pandang ini, aspek ketiga dari pentingnya pemilu adalah dampak suara rakyat terhadap penguatan dukungan kepada negara. Pengalaman menyelenggaraan lebih dari 38 pemilu di Iran menunjukkan bahwa setiap kali partisipasi pemilu semakin tinggi, maka efek politik, sosial dan ekonominya juga meningkat.

Iran adalah negara besar dan kuat. Penggunaan fasilitas negara melalui pemilihan presiden yang kredibel, kapabel dan visioner akan membawa pembangunan negara pada tingkat tertinggi.

Dengan pilihan yang dipertimbangkan dengan baik, rakyat berperan besar dalam membantu mencapai tujuan nasional ini dan mengambil langkah-langkah menuju kemajuan negara, yang efektif.

Sejatinya, pemilu selalu dibarengi dengan perubahan. Perubahan masyarakat yang dapat memotivasi harapan dan usaha untuk maju. Bangsa besar Iran telah menunjukkan berkali-kali bahwa mereka mengambil langkah-langkah menuju kemajuan dengan kesadaran dan wawasan serta dengan pilihan yang layak, tak terkecuali pemilu hari ini.(PH)

Tags