Jun 23, 2021 19:18 Asia/Jakarta
  • IRIB Tanggapi Langkah AS Sita Situs Media Internasionalnya

Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB) mengutuk langkah pemerintah AS yang memblokir domain situs media mereka dan media-media front perlawanan.

IRIB dalam sebuah pernyataan resmi, Rabu (23/6/2021) menganggap tindakan itu sebagai pelanggaran berat terhadap kebebasan berekspresi serta serangan terhadap media yang bebas dan independen.

“Departemen Kehakiman AS telah memblokir situs Press TV, Al-Alam, Al-Kawthar dan Al-Masira dengan alasan yang tidak rasional dan palsu,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa langkah AS mencerminkan sifat arogan dan pelanggaran berat serta pengabaian yang disengaja terhadap aturan internasional dan tatanan global.

“Dalam dua tahun terakhir, Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube juga telah memblokir akun-akun media perlawanan dan memberlakukan pembatasan yang sangat ketat pada media perlawanan di dunia maya,” tegas IRIB.

IRIB akan menggunakan semua fasilitas teknis dan hukumnya untuk mencegah audiens kehilangan akses ke situs web dengan memberikan alamat baru di domain, .ir.

Dalam statemen itu, IRIB menekankan bahwa untuk mencegah AS menghalangi akses bebas ke informasi, mereka akan memperjuangkan pemenuhan hak-hak IRIB melalui jalur hukum. (RM)

Tags