Jun 24, 2021 17:09 Asia/Jakarta
  • Iran Aktualita, 24 Juni 2021

Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai terorisme media yang dilancarkan AS terhadap Iran dan motifnya.

Selain itu, Rahbar  disuntik vaksin Corona Iran, Iran mulai menggunakan robot bedah domestik di rumah sakit, Uskup Agung Armenia mengatakan bahwa Republik Islam menghargai hak semua agama, dan Menlu Iran, Turki dan Afghanistan bertemu di Antalya.

 

 

IRIB Tanggapi Langkah AS Sita Situs Media Internasionalnya

Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB) mengutuk langkah pemerintah AS yang memblokir domain situs media mereka dan media-media front perlawanan.

IRIB dalam sebuah pernyataan resmi, Rabu (23/6/2021) menganggap tindakan itu sebagai pelanggaran berat terhadap kebebasan berekspresi serta serangan terhadap media yang bebas dan independen.

“Departemen Kehakiman AS telah memblokir situs Press TV, Al-Alam, Al-Kawthar dan Al-Masira dengan alasan yang tidak rasional dan palsu,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa langkah AS mencerminkan sifat arogan dan pelanggaran berat serta pengabaian yang disengaja terhadap aturan internasional dan tatanan global.

“Dalam dua tahun terakhir, Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube juga telah memblokir akun-akun media perlawanan dan memberlakukan pembatasan yang sangat ketat pada media perlawanan di dunia maya,” tegas IRIB.

IRIB akan menggunakan semua fasilitas teknis dan hukumnya untuk mencegah audiens kehilangan akses ke situs web dengan memberikan alamat baru di domain, .ir.

Dalam statemen itu, IRIB menekankan bahwa untuk mencegah AS menghalangi akses bebas ke informasi, mereka akan memperjuangkan pemenuhan hak-hak IRIB melalui jalur hukum.

 

 

Press TV: AS Lancarkan Terorisme Media

Pemerintah AS melakukan aksi terorisme media dengan memblokir semua domain dari jaringan berita berbahasa Inggris Press TV, tapi media Iran ini tetap melanjutkan aktivitasnya dengan domain, Ir.

Hubungan masyarakat Press TV hari Selasa (22/6/2021) mengumumkan bahwa aktivitas situs jaringan media internasional ini akan berlanjut di domain Iran "ir" mulai sekarang, dan halamannya akan tersedia melalui alamat: Press TV.ir .

Press TV melaporkan, sejak hari Selasa, domain.com tiga situs jaringan media internasional Al-Alam, Press TV, dan  al-Kawthar dihentikan layakannya.

Biro Investigasi Federal AS (FBI) melancarkan terorisme media dengan memblokir akses jaringan Press TV melalui domain .com.

Ini bukan pertama kalinya Amerika Serikat menargetkan Press TV dengan terorisme medianya.

Selain pemutusan siaran berita satelit, akun jaringan media Iran ini telah berulang kali diblokir di berbagai platform media sosial.

Dalam langkah terbaru terhadap Press TV, Google juga memblokir akun YouTube Press TV untuk selamanya.

 

Saeed Khatibzadeh

 

AS Dianggap Ingin Membungkam Suara Kebenaran dari Iran

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menyebut langkah pemerintah AS menyita domain situs media milik IRIB sebagai upaya sistematis mereka untuk merusak kebebasan berekspresi dan membungkam suara independen.

Hal itu diungkapkan Saeed Khatibzadeh dalam menanggapi penyitaan domain situs milik media-media internasional IRIB oleh pemerintah AS.

“Memalukan bagi AS jika melanjutkan standar ganda ini. Pemerintahan baru AS secara persis mengikuti jalan administrasi Trump, yang hanya akan membawa lebih banyak kegagalan bagi Washington,” ujarnya seperti dilansir IRNA, Rabu (23/6/2021).

Khatibzadeh menekankan, Republik Islam Iran menolak tindakan ilegal dan arogansi ini dan akan menindaklanjuti kasus tersebut lewat jalur hukum.

Departemen Kehakiman AS menyatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya telah menyita 36 domain web yang terkait Iran.

Situs-situs media IRIB kembali beroperasi dengan menggunakan alamat domain Iran, .ir, seperti Presstv.ir.

Sementara itu, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran mengatakan konsumen media-media Republik Islam semakin banyak di dunia, baik di Barat maupun negara-negara tetangga.

Abbas Moghtadaei menjelaskan, Barat khususnya Amerika Serikat, mencoba menghentikan media Iran segera setelah publik punya kesempatan untuk mengetahui fakta dan mendapatkan berita yang benar dari dalam Iran.

Menurutnya, tekanan Amerika bukanlah bukti dari kekuatan, tetapi tanda dari kelemahan mereka.

“Dunia tahu bahwa informasi dari media-media Iran adalah benar. Negara-negara tetangga dan bahkan Amerika Latin adalah audiens dari media Iran,” ujarnya.

 

Rahbar disuntik vaksin Corona buatan Iran

 

Rahbar sudah Disuntik Vaksin Corona Iran, COVIran Barekat

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar hari ini, Jumat (25/6/2021) mendapatkan suntikan pertama vaksin Corona buatan Iran, COVIran Barekat. Menurutnya, kebanggaan nasional ini yaitu produksi vaksin Iran, harus dijaga.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Jumat pagi mendapatkan suntikan pertama vaksin Corona buatan dalam negeri Iran, COVIran Barekat.

Setelah disuntik vaksin Corona, Rahbar berterimakasih kepada seluruh pihak yang dengan pengetahuan, pengalaman, kerja keras dan tindakan nyatanya, telah menciptakan kebanggaan nasional bagi Iran.

Rahbar menuturkan, "Saya berterimakasih kepada Menteri Kesehatan Iran dan seluruh pihak terkait di Kementerian Kesehatan, kepada Tuan Mokhber dan koleganya yang dalam masalah ini, dan masalah-masalah lainnya bangkit dengan kepedulian, kecintaan, kepeloporan, dan kemampuannya, kepada Dr. Marandi, dan Dr. Sajjadi karena terus mengontrol kesehatan saya."

Ayatullah Khamenei menambahkan, "Pertama saya tidak ingin menggunakan vaksin non-Iran, oleh karena itu saya katakan, saya menunggu vaksin buatan Iran, karena kita harus menjaga kebanggaan nasional ini, selama masih mungkin untuk mencegah dan mengobati penyakit di dalam negeri, mengapa tidak digunakan kesempatan itu ?".

Pada saat yang sama Rahbar menjelaskan, "Tapi ketika dibutuhkan, penggunaan vaksin luar negeri di samping vaksin Iran juga tidak masalah, namun kita harus menghormati vaksin buatan Iran, dan berterimakasih kepada seluruh ilmuwan muda, pekerja keras dan, serta semua lembaga yang memproduksi vaksin ini."

"Selain bersikukuh menggunakan vaksin buatan Iran, saya juga menekankan penerimaan vaksin dalam antrian normal, hari ini Alhamdulillah orang-orang berusia di atas 80 tahun, seumuran saya, sebagian besar sudah divaksin," imbuhnya.

Rahbar menegaskan, "Selain produksi vaksin yang kuat, cepat, dan tepat waktu, makalah-makalah ilmiah juga mesti disiapkan dan dipublikasikan untuk memberikan pengetahuan kepada dunia tentang kerja besar kita."

Sebelumnya, Ketua Akademi Ilmu Kedokteran Iran, Profesor Alireza Marandi, Rabu (23/6/2021) dalam wawancara dengan situs KHAMENEI.ir mengatakan, izin penggunaan vaksin Corona buatan Iran, COVIran Barekat sudah dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan negara ini.

Ia menambahkan, Ayatullah Sayid Ali Khamenei sejak awal penyebaran wabah virus Corona, tidak memiliki masalah untuk menjalani penyuntikan vaksin.

Marandi menjelaskan, "Rahbar memberikan dua syarat untuk disuntik vaksin Corona, pertama, penyuntikan vaksin terhadap beliau tidak boleh di luar antrian, kedua, beliau hanya mau disuntik vaksin Corona buatan Iran."

Menurutnya, atas alasan ini ketika penyuntikan vaksin Corona bagi warga Iran berusia di atas 80 tahun sudah dimulai, Rahbar menolak disuntik vaksin luar negeri, dan menunggu vaksin buatan dalam negeri.

Iran setelah India, Cina, Inggris, Amerika Serikat dan Rusia, merupakan negara keenam di dunia, dan negara pertama di kawasan Asia Barat yang mampu memproduksi vaksin Corona sendiri.

Uji klinis manusia tahap pertama vaksin Corona buatan Iran, COVIran Barekat sudah selesai dilakukan pada 29 Desember 2020 lalu.

Di tengah semua tekanan sanksi menindas dan antikemanusiaan yang dijatuhkan AS, Iran berhasil memproduksi sejumlah vaksin Corona.

 

 

 

Pertama, Iran Gunakan Robot Bedah  Domestik di RS

Robot bedah pertama Iran mulai digunakan untuk mendukung tenaga medis dalam kegiatan bedah. Robot Sina ini pada hari Rabu (23/6/2021) melakukan bedah pertamanya di Rumah Sakit Imam Khomeini ra.

Kegiatan ini disaksikan oleh Wakil Presiden Iran untuk Bidang Sains dan Teknologi, Sorena Sattari. Proses bedah robotik jarak jauh ini dilakukan di Iran Advanced Clinical Skills Training Center di RS Imam Khomeini dan RS Sina Tehran secara bersamaan. Bedah dilakukan pada seekor anjing oleh Dokter Talebpour.

 

Sebouh Sarkassian 

 

Uskup Agung Armenia: Republik Islam Hargai Hak Semua Agama !

Uskup Agung Armenia di Tehran, Sebouh Sarkissian mengatakan, Republik Islam Iran adalah tempat harmoni berbagai agama, dan hak kewarganegaraan semua agama penting dan dihormati.

Menyinggung keindahan Biara Dolab di Tehran yang direnovasi oleh pemerintah Iran, Sebouh Sarkisian hari Selasa (22/6/2021) mengungkapkan,"Dukungan baik pejabat pemerintah dan wali kota Tehran serta dewan kota, menjadikan biara ini sebagai salah satu destinasi pariwisata yang menjadi kebanggaan,".

"Masalah ini menjadi bukti faktual bahwa Republik Islam telah dan akan menjadi tempat untuk hidup berdampingan secara damai dari berbagai agama sejak zaman kuno," ujar pemimpin Kristen Armenia Tehran.

"Upaya yang dilakukan membuktikan fakta tidak ada diskriminasi antara warga negara di Republik Islam dan hak-hak semua warga negara, termasuk orang Kristen  dan lainnya dihormati," tegasnya.

Biara Dolab direnovasi dan dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata, sekaligus tempat dialog antaragama di Iran.

 

 

Menlu Iran, Turki dan Afghanistan Bertemu di Antalya

Pertemuan trilateral Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Turki dan Afghanistan dimulai hari ini, Minggu (20/6/2021).

Pertemuan itu dihadiri Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif; Menlu Turki, Mevlut Cavusoglu dan Menlu Afghanistan, Mohammad Hanif Atmar yang berlangsung di sela-sela pertemuan Dewan Diplomatik Antalya di Turki.

Salah satu topik utama pertemuan ini untuk membahas perkembangan terbaru di Afghanistan dan proses perdamaian terbaru di negara ini.

Zarif melakukan perjalanan ke Turki pada hari Kamis untuk menghadiri Forum Diplomatik Antalya.(PH)

 

 

 

Tags