Sep 19, 2021 10:14 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi kapal selam.
    Ilustrasi kapal selam.

Kekhawatiran atas pakta pertahanan trilateral antara Australia-Inggris-Amerika Serikat (AUKUS) turut disuarakan oleh Malaysia. Negeri Jiran itu khawatir jika AUKUS dapat memicu perlombaan senjata nuklir di Indo-Pasifik.

Hal itu disampaikan pemerintah Malaysia melalui pernyataan Kantor Perdana Menteri pada Sabtu (18/9).

"Itu akan memprovokasi kekuatan lain untuk juga bertindak lebih agresif di kawasan, terutama di Laut Cina Selatan," kata pernyataan tersebut seperti dimuat situs Rmol.id.

Berdasarkan pakta AUKUS, Inggris dan AS akan mendukung Australia untuk membangun empat kapal selam bertenaga nuklir.

"Sebagai negara ASEAN, Malaysia berpegang pada prinsip menjaga ASEAN sebagai Zona Perdamaian, Kebebasan, dan Netralitas (ZOPFAN)," tambah pernyataan itu, sembari meminta semua pihak menghindari provokasi dan perlombaan senjata di kawasan.

Di dalam pernyataan tersebut, tidak disebutkan Cina sebagai kemungkinan "kekuatan lain." Namun Beijing telah mengklaim sebagian besar wilayah Laut Cina Selatan, yang tumpang tindih dengan klaim dari Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei.

AS sendiri tidak memiliki klaim atas wilayah Laut Cina Selatan, tetapi sering mengirim kapal perangnya ke wilayah tersebut dengan alasan memastikan kebebasan navigasi. (RM)

Tags