Okt 18, 2021 18:59 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi kapal selam bertenaga nuklir.
    Ilustrasi kapal selam bertenaga nuklir.

Malaysia dan Indonesia menyatakan kekhawatiran tentang rencana Australia membangun kapal selam nuklir, dan memandang hal ini dapat meningkatkan persaingan antara kekuatan-kekuatan besar di Asia Tenggara.

Amerika Serikat, Inggris, dan Australia mengumumkan pakta keamanan baru pada September lalu, yang akan membantu mempersenjatai Australia dengan kapal selam nuklir, menurut laporan Associated Press.

Kapal selam nuklir ini akan memungkinkan Australia melakukan patroli yang lebih lama dan memiliki kehadiran militer yang lebih kuat di kawasan.

Usai bertemu dengan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah di Jakarta, Senin (18/10/2021), Menlu RI Retno Marsudi mengatakan situasi saat ini pasti tidak akan menguntungkan siapa pun.

"Pertemuan ini sepakat untuk melanjutkan upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan. Kami tidak ingin perkembangan saat ini menciptakan ketegangan dalam perlombaan senjata," tambahnya.

Menlu Malaysia dan RI mengumumkan bahwa mereka sepakat untuk memperkuat persatuan di ASEAN dan meminta semua mitranya untuk berperan dalam memastikan stabilitas, keamanan, perdamaian, dan kemakmuran di kawasan, serta mematuhi hukum internasional.

Saifuddin Abdullah berkunjung ke Jakarta untuk mempersiapkan kunjungan perdana menteri Malaysia ke Indonesia akhir tahun ini. (RM)

Tags