Des 14, 2021 14:00 Asia/Jakarta
  • Konferensi Demokrasi di AS
    Konferensi Demokrasi di AS

Keputusan Malaysia untuk tidak ambil bagian dalam Konferensi Demokrasi yang diselenggarakan di Amerika Serikat disebut kubu oposisi negara itu sebagai langkah picik.

Anggota Parlemen Malaysia Ong Kian Ming, Senin (13/12/2021) seperti dikutip situs Malaysia Today mengatakan, "Ketidakhadiran Malaysia di Konferensi Demokrasi yang diselenggarakan Kantor Kepresidenan AS minggu lalu, telah menghilangkan kesempatan dan mengirim sinyal yang buruk bagi arah masa depan kebijakan luar negeri Malaysia."
 
Ia menambahkan, "Ini adalah langkah picik dan tidak strategis. Hal ini menunjukkan kurangnya koherensi dan pemikiran independen dalam arah kebijakan luar negeri kita."
 
Ong Kian Ming menjelaskan, Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob dapat menggunakan kesempatan itu untuk menunjukkan fase baru kedewasaan politik di Malaysia, seperti penandatanganan nota kesepahaman dengan partai-partai oposisi dan penurunan usia pemilih menjadi 18 tahun.
 
“Perdana Menteri Malaysia terlalu sibuk dengan perayaan program Aspirasi Keluarga Malaysia 100 Hari,” imbuhnya.
 
Menurut anggota Parlemen Malaysia itu, isu yang bisa diangkat Perdana Menteri dalam Konferensi Demokrasi AS adalah strategi melindungi kepentingan Malaysia dalam geopolitik, di antara pemain-pemain besar lainnya di Asia Tenggara.
 
Ong Kian Ming juga mengaku khawatir ketidakhadiran Malaysia dalam Konferensi Demokrasi AS akan ditafsirkan oleh sebagian pihak sebagai bentuk keberpihakan pada satu blok tertentu. (HS)

Tags