Jan 15, 2022 12:48 Asia/Jakarta
  • Saifuddin Abdullah.
    Saifuddin Abdullah.

Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah menyampaikan keprihatinannya terkait kunjungan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen ke Myanmar pekan lalu. Ia menyayangkan kunjungan dilakukan tanpa konsultasi dahulu dengan sesama pemimpin Asia Tenggara.

Pasalnya, saat kunjungan itu terjadi, mata dunia tertuju pada bagaimana ASEAN menangani krisis salah satu negara anggotanya.

Pekan lalu, Hun Sen melakukan perjalanan pertama pemimpin negara ke Myanmar usai kudeta tahun lalu. Kritikus mengatakan, kunjungan Hun Sen ke Myanmar di saat negaranya menjadi ketua bergilir ASEAN, berisiko melegitimasi junta dan merusak upaya untuk mengisolasi para jenderal.

"PM Hun Sen memiliki hak untuk mengunjungi Myanmar sebagai kepala pemerintahan Kamboja," kata Saifuddin, dikutip dari situs medcom.id, Jumat, 14 Januari 2022.

"Namun kami merasa karena ia kini menjabat sebagai ketua ASEAN, mungkin dia bisa berkonsultasi dengan para pemimpin ASEAN lainnya, dan mencari pandangan mereka mengenai apa yang harus dilakukan jika ia pergi ke Myanmar," lanjutnya.

Malaysia termasuk di antara beberapa negara ASEAN, selain Indonesia, Singapura, dan Filipina, yang mengecam keras pengambilalihan militer tersebut.

Para menteri luar negeri blok itu seharusnya mengadakan pembicaraan di Kamboja minggu depan, tetapi pertemuan itu ditunda. Namun, Saifuddin bersikeras mengatakan, pembatalan dilakukan karena masalah penjadwalan dan kasus covid-19 yang meningkat, bukan akibat ketegangan di Myanmar. (RM)

Tags