Mar 16, 2022 16:04 Asia/Jakarta
  • mata uang kripto
    mata uang kripto

Wakil Menteri Keuangan Malaysia Yamani Hafez Musa berbicara soal cryptocurrency sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh anggota parlemen Nurul Izzah Anwar di Dewan Rakyat.

Anggota parlemen bertanya tentang peran pemerintah dalam memantau dan mengatur cryptocurrency. 
 
Memperhatikan cryptocurrency bukan instrumen pembayaran yang diatur oleh Bank Negara Malaysia, wakil menteri keuangan mengatakan aset digital seperti bitcoin dan ethereum tidak cocok digunakan sebagai alat pembayaran secara umum.
 
Selain itu, ia menilai, aset digital juga bukanlah penyimpan nilai dan alat tukar yang baik.
 
"Ini karena kondisi aset digital yang rentan terhadap volatilitas akibat investasi spekulatif," kata Yamani, dikutip dari Bitcoin.com, Selasa (15/3/2022). 
 
Wakil menteri keuangan itu juga menjelaskan, kripto tidak cocok sebagai alat pembayaran karena mereka tidak menunjukkan karakteristik uang.
 
Dia melanjutkan untuk membahas beberapa masalah yang dia lihat dengan cryptocurrency, termasuk volatilitasnya, risiko pencurian, serangan siber, dan ketidakmampuannya untuk memproses transaksi sebanyak sistem pembayaran Visa saat ini. 
 
Ia menyampaikan kekhawatiran mengenai dampak lingkungan dari penambangan cryptocurrency. 
 
"Juga, yang penting adalah dampak yang besar terhadap lingkungan karena daya listrik yang digunakan untuk memproses satu transaksi bitcoin dapat memproses 1,2 juta transaksi Visa," pungkas Yamani. (Liputan6.com)

Tags