Apr 18, 2022 20:15 Asia/Jakarta
  • mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad
    mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad

Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad menyinggung soal Indonesia dalam pernyataan terbarunya saat membahas pembangunan. Mahathir menyatakan dirinya siap mengakui bahwa Malaysia, negaranya, tertinggal dari Indonesia soal pembangunan.

"Saya siap menerima bahwa, dalam hal pembangunan, Malaysia belakangan ini tertinggal dari Indonesia dan Vietnam. Tentu saja kita selalu di belakang Singapura," tulis Mahathir dalam pernyataan bersambung via akun Twitter resminya, seperti dikutip detikcom pada Senin (18/4/2022).
 
Dalam pernyataannya ini, Mahathir kemudian membahas soal penggunaan teknologi untuk membatasi praktik korupsi. Mahathir mengkritik Malaysia yang disebutnya tertinggal dari beberapa negara Afrika dalam hal ini.
 
"Tapi saya terkejut ketika saya mendapati bahwa kita juga tertinggal dari beberapa negara Afrika. Kita tidak siap menggunakan teknologi terkini untuk mencapai efisiensi dan membatasi korupsi. Kita menolak teknologi ini karena itu mungkin mengungkap kesalahan anggota parlemen kita," sebutnya.
 
"Saya diberitahu bahwa jika kita mengadopsi teknologi baru ini akan ada protes keras dari anggota parlemen. Tampaknya banyak dari mereka terlibat dalam bisnis ekspor dan impor," imbuh Mahathir.
 
"Dan negara kita terus merugi karena kita menolak cara-cara pengelolaan yang lebih baik," kritiknya.
 
Mahahir yang dua kali menjabat PM Malaysia ini merupakan salah satu tokoh politik paling dominan di Malaysia. Dia memimpin Malaysia dari tahun 1981 hingga tahun 2003 lalu, kemudian kembali berkuasa tahun 2018 dalam usianya yang mencapai 92 tahun, dengan memimpin koalisi reformis.
 
Namun, pemerintahannya kolaps tahun 2020 karena pertikaian politik. Total masa jabatan Mahathir sebagai PM Malaysia mencapai 24 tahun.
Beberapa waktu lalu, Mahathir yang kini berusia 96 tahun ini sempat dilarikan ke rumah sakit spesialis jantung di Kuala Lumpur, sebelum kondisinya dilaporkan berangsur stabil. (detik.com)

Tags