May 15, 2022 11:22 Asia/Jakarta
  • PM Malaysia Persoalkan Standar Ganda AS dalam Krisis Ukraina dan Palestina

Perdana Menteri Malaysia mempertanyakan tandar ganda Amerika Serikat ​​dalam krisis Ukraina dan masalah Palestina, serta menyerukan Washington bersikap jujur dalam urusan hubungan internasional.

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob  setelah KTT AS-ASEAN di Washington kepada wartawan IRIB hari Sabtu (14/5/2022) mengatakan bahwa Amerika Serikat mengambil langkah cepat dalam krisis Ukraina, tapi mengapa dalam urusan Palestina tidak melakukan hal yang sama dan menghentikan kejahatan Israel di Palestina.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah menegaskan Malaysia tidak mengakui sanksi sepihak dalam bentuk apapun dan terhadap negara mana pun, kecuali resolusi sanksi tersebut diadopsi oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

"Ini selalu menjadi prinsip Malaysia. Jika ada sanksinya harus melalui PBB, dan jika resolusinya disahkan oleh PBB, maka sebagai anggota PBB harus menghormati dan mematuhinya," kata Saifuddin dilansir dari Malay Mail, pekan lalu.

Pernyataan PM Malaysia yang membandingkan standar ganda AS dalam masalah Ukraina dan Palestina, menegaskan dukungan pemerintah dan rakyat Malaysia terhadap perjuangan Palestina. 

Gerakan Pemuda Muslim Malaysia (ABIM) mengutuk pendudukan dan agresi Israel terhadap Palestina yang telah menyaksikan terjadinya pembunuhan seorang jurnalis oleh pasukan Israel

Presiden Gerakan Pemuda Muslim Malaysia (ABIM), Muhammad Faisal Bin Abdul Aziz di Kuala Lumpur, Rabu (11/5/2022) menegaskan bahwapembunuhan brutal terhadap jurnalis Aljazeera Shireen Abu Akleh mencerminkan arogansi Rezim Zionis dalam melanggar norma dan hukum internasional sebagaimana tercantum dalam Pasal 79 Protokol Tambahan I Konvensi Jenewa 1949.(PH)

 

Tags