May 17, 2022 20:42 Asia/Jakarta
  • mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad
    mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad

Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad menyebut Presiden Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) Ahmad Zahid Hamidi sebagai 'pembohong kompulsif' karena menuduh Mahathir memalsukan identitasnya sebagai etnis Melayu. Mahathir menuntut Ahmad Zahid untuk meminta maaf padanya.

Seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (17/5/2022), Mahathir dalam pernyataan Facebooknya menyatakan dirinya mengambil langkah hukum jika tidak ada permintaan maaf dari Ahmad Zahid, yang merupakan mantan Wakil PM Malaysia pada era PM Najib Razak.
 
"Zahid pembohong. Orang kulit putih menyebutnya 'pembohong kompulsif'. Sebelumnya saat kampanye pemilihan umum ke-14, dia merilis pernyataan yang menyatakan bahwa kartu identitas asli saya menyebut saya sebagai Mahathir a/l Iskandar Kutty," tulis Mahathir dalam pernyataannya.
 
Singkatan a/l merupakan kependekan dari 'anak lelaki' yang biasanya digunakan dalam nama warga Malaysia keturunan India. Etnis Melayu menggunakan 'bin' dalam nama mereka.
 
Mahathir yang memimpin UMNO selama bertahun-tahun dan kini memimpin Partai Pejuang Tanahair (Pejuang), menyebut Ahmad Zahid telah menuduh dirinya menerima kartu identitas dengan nama Melayu dari Direktur Jenderal Departemen Pendaftaran Nasional.
 
"Tuduhan Zahid ini menuduh saya keturunan India dan menggunakan identitas Melayu selama 22 tahun saat saya menjadi Perdana Menteri," sebutnya, sembari menyebut Ahmad Zahid tidak memberikan bukti untuk mendukung klaimnya.
 
Dalam postingannya, Mahathir menyertakan tautan artikel Malaysiakini tertanggal 30 Juli 2017 yang melaporkan pernyataan Ahmad Zahid soal Mahathir dalam rapat UMNO. "Dia ingin mendiskreditkan saya sedemikian rupa dengan menunjukkan kepada publik bahwa saya berbohong soal status ras saya," tulis Mahathir.
 
Mahathir yang berusia 96 tahun pada Juli mendatang, tidak membantah dirinya memang memiliki garis keturunan India dan pernah menyatakan itu dalam bukunya.
 
"Tapi faktanya adalah sertifikat kelahiran saya dan kartu identitas saya menyebutkan Mahathir bin Mohamad. Menurut Konstitusi Malaysia (Pasal 160), saya orang Melayu dan perjuangan saya adalah membela kepentingan ras saya," sebut Mahathir.
 
Lebih lanjut, Mahathir menyebut kebohongan Ahmad Zahid yang mencemarkan nama baiknya telah mendorongnya untuk mempertimbangkan mengambil langkah hukum.
 
"Sebelumnya saya tidak pernah suka menggunakan pengadilan meskipun banyak yang memfitnah saya, karena saya menyadari dalam kampanye politik akan ada beberapa yang bertindak di luar batas," ucapnya.
 
"Tapi kali ini saya merasa perlu untuk bertindak karena sikap berbohong Zahid itu memuakkan dan tidak bisa dibiarkan begitu saja," tegas Mahathir.
 
"Itu tidak hanya merusak reputasi saya, tapi tindakan dia berbohong kepada pendukung UMNO dan orang Melayu lainnya demi tetap berkuasa, sangat berbahaya," imbuhnya. (detik.com)

Tags