May 18, 2022 20:18 Asia/Jakarta
  • Professor Irwandi Jaswir
    Professor Irwandi Jaswir

Ilmuwan terpandang asal Indonesia di Malaysia, Prof Dr Ir Irwandi Jaswir MSc, diundang secara resmi sebagai salah satu peserta pertemuan bergengsi sejagat, Hegra Conference of Nobel Laureates and Friends 2022, yang akan berlangsung awal Juni ini di Hegra, Arab Saudi.

"Konferensi yang bersifat undangan terbatas – hanya 100 orang – untuk para pemenang/penerima (laureates) berbagai penghargaan internasional bergengsi seperti penerima Hadiah Nobel (Nobel Laureates), King Faisal International Prize Laureates dan berbagai Penghargaan lain di belahan dunia," ujar Irwandi di Kuala Lumpur, Rabu.
 
Irwandi, yang kini menjadi Professor di International Islamic University Malaysia, diundang dalam kapasitasnya sebagai ilmuwan pertama yang menerima King Faisal International Prize untuk kategori Service to Islam. Irwandi menerimnay pada tahun 2018.
 
Pria asal Sumatera Barat ini dikenal sebagai pionir dalam pengembangan riset Sains Halal, cabang ilmu baru yang melihat aspek halal dan haram dari perspektif Ilmu pengetahuan.
 
Pria kelahiran Medan 51 tahun yang lalu ini merupakan seorang pakar bioteknologi pangan yang mendedikasikan hampir seperempat abad hidupnya untuk mendalami aspek kimia dan biokimia komponen-komponen halal, mengembangkan berbagai metode pendeteksian bahan tidak halal, hingga mengembangkan berbagai standar halal dalam pelbagai industri.
 
"Alhamdulillah, saya merasa tersanjung ikut diundang karena ini event yang sangat luar biasa prestise-nya. Dua tahun lalu, sekitar 20 penerima Nobel hadir. Para peserta akan duduk bersama, berembug mencari penyelesaian berbagai permasalahan dunia saat ini seperti keamanan, kedaulatan pangan, energi berkelanjutan, hingga teknologi masa depan,” ujarnya.
 
Menurut Irwandi, undangan resmi panitia, yang berbasis di Perancis ini, disampaikan langsung oleh Direktur Program Hegra Conference 2022, Tina Schneiderman, dalam sebuah pertemuan secara online baru-baru ini.
 
"Saya diminta membahas tentang industri halal, food security hingga isu-isu dunia terkini," ujar penerima Habibie Award 2013 dan LIPI Award 2019 ini lagi.
Irwandi sendiri merupakan ilmuwan Indonesia yang sudah meraup perbagai penghargaan internasional.
 
Selain menerima King Faisal International prize, Habibie Award dan penghargaan LIPI, Irwandi pernah menerima Asia Pacific Young Scientist Award oleh SCOPUS, Halal Innovation Awards, serta pelbagai Medali Emas di ajang-ajang inovasi di Jerman, Inggeris, hingga Taiwan.
 
Secara total, sudah lebih 50 penghargaan internasional diperolehnya. Pemilik delapan paten internasional ini juga sudah menghasilkan 200-an publikasi ilmiah di jurnal internasional bergengsi, menulis 40 buku dan bab buku (book chapters), serta diundang sebagai pembicara di hampir 300 konferensi internasional.
 
"Ini ajang buat saya bertemu para penerima Nobel dan penghargaan bergengsi lainnya. Saya berkesempatan untuk memberikan sedikit input penyelesaian permasalahan dunia nantinya. Lebih dari itu, selain membawa nama institusi, saya juga akan membawa nama Indonesia," ujar pria yang memendam cita-cita besar untuk ikut membangun riset dan inovasi di Indonesia.
 
Tentang Hegra
 
Menurut pria yang dijuluki sebagai Profesor Halal itu, Hegra Conference of Nobel Laureates and Friends 2022 akan ditaja di Hegra, sebuah situs arkeologi yang terletak dekat Al-`Ula, Provinsi Madinah di wilayah Hijaz, Arab Saudi.
 
Hegra dikenal juga sebagai Madaín Salih (Kota Salih) atau Al-Hijr. Situs ini didominasi oleh peninggalan Kerajaan Nabatea dari abad ke-1 Masehi.
 
Hegra adalah kota Nabatea paling selatan dan kota terbesar kedua setelah ibu kota kerajaan, Petra. Peninggalan Lihyan serta Romawi juga dapat ditemukan di situs ini.
 
Hegra pernah diduduki kaum Tsamud pada masa Nabi Saleh. Saat itu, Tsamud terkena gempa bumi dan sambaran petir sebagai hukuman dari Allah karena mereka menyembah berhala.
 
Tahun 2008, UNESCO mendeklarasikan Hegra sebagai Situs Warisan Dunia yang pertama di Arab Saudi. Di kota ini terdapat sekitar 131 monumen makam batu dengan detail relief dari periode Nabatean.
 
Karena ingin mengangkat situs Hegra, tidak heran Kementrian Pariwisata Saudi Arabia sangat terlibat di konferensi kali ini.
 
Karena semua peserta adalah para penerima penghargaan internasional, semua undangan disedikan fasilitas mewah termasuk visa undangan Pemerintah Saudi dan tiket pesawat kelas bisnis.
 
Bahkan dari Riyadh ke Hegra, Kementrian menyediakan pesawat carteran untuk peserta dan keluarganya. Bagi peserta yang Muslim mereka juga difasilitasi untuk melakukan ibadah umrah. (antaranews.com)

Tags