Jul 03, 2022 15:13 Asia/Jakarta
  • PM Malaysia
    PM Malaysia

Pemerintah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah kenaikan biaya hidup, kata Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob.

Perdana Menteri mengatakan berbagai tindakan telah diambil untuk mengatasi masalah penting ini karena berdampak pada rakyat.

“Baru-baru ini partai oposisi menggelar aksi unjuk rasa kenaikan harga sembako usai salat Jumat yang dihadiri sekitar 40-50 orang,” kata Ismail Sabri.

“Berbagai tudingan yang dilontarkan kepada pemerintah seolah-olah kami tidak melakukan apa-apa untuk mengatasi hal tersebut,” tambahnya dalam pidato penutupan tur Jelajah Aspirasi Keluarga Malaysia di Litar Dato Sagor di Jakarta, Minggu (3/7).

Ismail Sabri mengatakan pemerintah terus mensubsidi beberapa barang seperti ayam dan minyak goreng.

“Kami masih memberikan subsidi untuk barang-barang tersebut. Yang dihentikan hanya subsidi sekali pakai untuk minyak goreng kemasan sejak diberlakukan perintah pengendalian pergerakan,” kata Ismail Sabri.

“Untuk ayam, kami telah mengalokasikan RM700 juta untuk mensubsidi ayam agar harga tetap di RM9,40 per kg,” tambahnya.

Pada 2 Juli, Ismail Sabri mengatakan pemerintah menerapkan langkah-langkah jangka pendek, menengah dan panjang untuk mengatasi masalah biaya hidup, termasuk memberikan subsidi RM70 miliar tahun ini untuk memastikan bahwa orang-orang tidak terbebani oleh situasi tersebut.

Ismail Sabri sebelumnya telah mengumumkan bahwa tarif air dan listrik saat ini untuk pengguna domestik di Semenanjung Malaysia akan dipertahankan dan subsidi senilai RM5.8 miliar akan ditanggung oleh pemerintah karena negara tersebut menghadapi kenaikan tajam dalam bahan bakar dan biaya lainnya.

Ismail Sabri mengatakan ini berarti potongan harga sebesar 2 sen/kWh dipertahankan untuk semua konsumen domestik dan tidak dikenakan biaya tambahan.

Pengenaan biaya tambahan sebesar 3,7 sen/kWh dipertahankan pada konsumen komersial dan industri.(thestar.com)

 

 

Tags