Sep 29, 2022 21:52 Asia/Jakarta
  • buang dolar AS
    buang dolar AS

Hubungan antara bank sentral Indonesia dengan bank sentral negeri Jiran Malaysia makin mesra.

Hal itu tercermin dari Bank Indonesia (BI) dan Bank Negara Malaysia yang sepakat memperbarui perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal (Local Currency Bilateral Swap Arrangement - LCBSA) hingga senilai MYR 8 miliar atau Rp 28 triliun pada 23 September 2022.
 
Perjanjian tersebut berlaku efektif selama 3 (tiga) tahun dan merupakan pembaruan atas perjanjian yang pertama kali disepakati pada tahun 2019. Pembaruan LCBSA tersebut juga semakin memperkuat kerja sama keuangan antar kedua bank sentral.
 
"Bank Indonesia memercayai bahwa pembaruan LCBSA tersebut mencerminkan terus berlangsungnya penguatan kerja sama keuangan antara Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia dan diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi kedua negara," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam keterangan resmi.
 
"Pembaruan perjanjian juga menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat stabilitas pasar keuangan melalui penggunaan mata uang lokal yang lebih luas untuk transaksi bilateral antara Indonesia dan Malaysia," sambung Perry.
 
Sementara itu, Gubernur Bank Negara Malaysia Tan Sri Nor Shamsiah Mohd Yunus mengatakan keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan perkembangan arus perdagangan yang signifikan antara Malaysia dan Indonesia.
 
"Kerja sama LCBSA ini juga melengkapi kerja sama keuangan yang telah dimiliki kedua bank sentral yang ditujukan untuk mendorong penggunaan mata uang lokal pada aktivitas perdagangan dan investasi antar kedua negara," katanya. (CNBC Indonesia)

Tags