Okt 03, 2022 21:56 Asia/Jakarta
  • Malaysia
    Malaysia

Pemerintah Malaysia menyatakan siap memberikan bantuan kepada pemerintah Indonesia menyusul Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 125 orang.

Dilansir media Malaysia, Bernama dan The Star, Senin (3/10/2022), Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Ahmad Faizal Azumu, menyatakan pemerintah negeri jiran itu siap memberikan bantuan dalam bentuk apapun, jika diperlukan oleh pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga menyusul insiden kerusuhan sepak bola di Kanjuruhan, Malang tersebut.
 
Ahmad Faizal mengatakan Indonesia bukan hanya negara tetangga, tetapi kedua negara adalah sekutu yang memiliki kekerabatan yang sama dan akan selalu bersama di saat-saat sulit.
 
"Semoga kejadian ini menjadi pengingat dan pelajaran bagi semua pihak. Kami tidak ingin kejadian serupa terulang di Indonesia, Malaysia atau negara lain di dunia," ujar Ahmad Faizal.
 
"Olahraga itu untuk memupuk semangat kebersamaan dan persatuan tidak hanya antar atlet tetapi juga kita semua. Mari kita semua selalu memiliki semangat sportifitas yang tinggi untuk kebaikan bersama," katanya dalam keterangannya.
 
Ahmad Faizal juga menyampaikan belasungkawa kepada anggota keluarga para korban yang meninggal dalam kejadian tersebut, dan berdoa untuk kesembuhan dan pemulihan total bagi mereka yang terluka.
 
Sebanyak 125 orang, termasuk dua polisi, dilaporkan tewas dalam kerusuhan dan penyerbuan usai berakhirnya pertandingan Liga Primer Indonesia antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu (1/10) malam.
 
Tragedi Kanjuruhan menjadi sejarah buruk sepakbola Indonesia.
 
Dilansir detik Sepakbola, pelatih Arema FC, Javier Roca, menilai ada beberapa penyebab korban bisa begitu banyak berjatuhan. Ia menyoroti cara aparat, kualitas stadion, sampai kondisi geografis kota Malang.
 
"Terlihat stadion tidak siap. Mereka tidak mengharapkan kekacauan sebesar itu. Itu bak longsoran salju. Tidak ada yang seperti ini pernah terjadi di stadion, dan itu runtuh oleh jumlah orang yang ingin melarikan diri," katanya, kepada media Spanyol Cadena Ser. (detik.com)

Tags