Okt 04, 2022 21:46 Asia/Jakarta
  • Air Asia
    Air Asia

Maskapai AirAsia resmi kembali melayani penerbangan internasionalnya dari Banda Aceh menuju Kuala Lumpur Pergi Pulang (PP).

Layanan penerbangan yang menghubungkan Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Aceh, dengan Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) di Malaysia, kembali dilayani terhitung hari ini, 3 Oktober 2022.
 
Pembukaan kembali rute Banda Aceh-Kuala Lumpur (PP) ditandainya dengan mendaratnya pesawat berjenis Airbus A320-216 dengan nomor penerbangan AK 421 di Bandara SIM, Senin (3/10) sekira pukul 10.50 WIB. Dalam penerbangan perdana ini, pesawat dari Malaysia tersebut membawa 76 penumpang termasuk Dato’ Abdul Aziz, Direktur Non-Eksekutif Capital A.
 
Rombongan Dato' Abdul Azis diterima langsung oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Iskandar bersama Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal serta sejumlah pejabat lainnya dalam seremoni penyambutan yang disertai dengan tarian adat.
 
Dalam pertemuan di VIP room Bandara SIM, Iskandar mengatakan bahwa Pemerintah Aceh mengapresiasi maskapai AirAsia yang telah membuka kembali penerbangan internasional Aceh-Kuala Lumpur melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda.
 
"Terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam kepada seluruh keluarga besar AirAsia, kita berharap frekuensi penerbangan ke Malaysia dapat bertambah tidak hanya 2 kali dalam seminggu," ujarnya.
 
Sementara itu, Dato’ Abdul Aziz menyebutkan bahwa Aceh merupakan salah satu destinasi favorit AirAsia karena tingginya animo masyarakat Aceh menggunakan layanan maskapai ini. "Dan hari ini adalah hari bersejarah untuk kami karena kami dapat terbang kembali ke Aceh," sebutnya.
 
Ia menjelaskan, AirAsia saat ini memiliki 10 rute penerbangan ke Indonesia dengan 66 frekuensi penerbangan lebih kurang, termasuk Aceh dengan 2 kali penerbangan dalam seminggu setiap Senin dan Kamis.
 
Dato’ Abdul Aziz meyakini bahwa frekuensi penerbangan ke Banda Aceh bisa ditingkatkan melalui kerja sama antara kedua belah pihak. "Bila dimudahkan, bisa kita tambahkan 13 kali dalam seminggu, dan tentu perlu adanya kerja sama antara Aceh (Pemerintah Aceh) dengan AirAsia melalui two-way collaboration dan partnership," ujarnya.
 
Ia menyebut bahwa AirAsia selalu menargetkan komunitas maupun destinasi yang kurang terlayani (underserved) oleh maskapai lainnya dengan harga yang murah. "Memang kita coba menargetkan harga yang termurah supaya lebih ramai orang bisa terbang untuk jumpa famili, bisnis, medikal, tourism, karena itu adalah komoditi yang kita hendak berkhidmat," kata Dato’ Abdul Aziz.
 
Pembukaan kembali rute Banda Aceh-Kuala Lumpur (PP) juga ditandai dengan penerbangan perdana pesawat AirAsia dari Bandara SIM menuju Kuala Lumpur (KUL) pukul 11.15 WIB. Pesawan bernomor penerbangan AK 420 tersebut memberangkatkan 133 penumpang. (kumparan.com)

Tags