Nov 14, 2019 12:32 Asia/Jakarta
  • Mahathir Mohamad
    Mahathir Mohamad

Malaysia menuntut penjelasan dari Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat tentang penurunan peringkat keamanan udara negara itu dari kategori 1 ke 2.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan penjelasan itu penting bagi Malaysia untuk memperbaiki kelemahannya.

"Kami ingin mengetahui (alasan di balik) penurunan peringkat tersebut, sehingga Malaysia dapat menemukan cara untuk memperbaikinya. Jika mereka mengatakan (kami) tidak efisien dan semacamnya, (kami telah mengelola dan mengubah) KLIA (Bandara Internasional Kuala Lumpur) menjadi  salah satu dari 20 bandara terbesar di dunia," ujar Mahathir.

“Faktanya, perusahaan kami (Malaysia Airports Holdings Bhd) diberi tanggung jawab untuk mengelola Bandara Internasional Istanbul Sabiha Gokcen (di Turki), yang tidak kecil," tambah PM Malaysia.

Selain itu, Mahathir juga menjelaskan pihaknya dikenal sebagai pekerja profesional dengan reputasi baik.

"Jika karyawan kami bekerja di luar negeri, mereka tidak bekerja sebagai pekerja tidak terampil, tetapi sebagai profesional seperti pilot, insinyur dan arsitek, dan menerima gaji yang sama dengan profesional dari Eropa,” papar PM Malaysia.

Konsekuensi dari penurunan peringkat FAA tersebut, maskapai penerbangan yang dilisensikan oleh CAAM dibatasi untuk menambahkan rute baru dengan jalur dari dan menuju AS.(PH)

 

 

Tags

Komentar