Feb 08, 2020 11:47 Asia/Jakarta
  • Mahathir Mohamad
    Mahathir Mohamad

Perdana Menteri Malaysia mengecam proposal damai Palestina dan rezim Zionis Israel yang digagas Presiden Amerika Serikat baru-baru ini, dan memperingatkan bahwa hal itu bisa memicu konflik lebih besar di kawasan Timur Tengah (Asia Barat).

Stasiun televisi Al Jazeera (8/2/2020) melaporkan, Mahathir Mohamad, Sabtu (8/2) dalam pidatonya saat membuka Konferensi Liga Parlemen untuk Al Quds ke-3 di Kuala Lumpur mengatakan, prakarsa damai Donald Trump yang dinamai "Kesepakatan Abad" berarti menyerahkan Al Quds kepada Israel, dan ini menyakiti perasaan umat Islam dan Kristen di seluruh dunia.

Mahathir menyebut Kesepakatan Abad merugikan rakyat Palestina, dan tidak bisa diterima, karena ini merupakan kesepakatan sepihak dan hanya menguntungkan Israel.

Ia menegaskan, kesepakatan ini hanya memperhatikan kepentingan penjajah dan mengabaikan hak rakyat tertindas Palestina.

"Kesepakatan Abad hanya akan memperluas konflik kawasan, dan ditentang oleh miliaran orang di seluruh dunia," kata Mahathir. (HS)

Tags

Komentar