May 19, 2020 14:08 Asia/Jakarta
  • Ashraf Boroujerdi dan Maizan Ismail
    Ashraf Boroujerdi dan Maizan Ismail

Menurut laporan Hubungan Masyarakat Arsip Nasional dan Perpustakaan Iran, Maizan Ismail, Kepala Perpustakaan Nasional Malaysia, hari Senin (18/05/2020) melakukan pembicaraan via Skype dengan Ashraf Boroujerdi, Kepala Arsip Nasional dan Perpustakaan Iran.

Dalam percakapan ini, keduanya membahas berbagai masalah, termasuk dampak wabah coronavirus pada proses kegiatan perpustakaan, langkah-langkah yang diambil di perpustakaan untuk mengelola krisis yang akan datang, perpustakaan di periode pasca-krisis Corona, dan sebagainya.

Boroujerdi, merujuk pada prevalensi virus Corona di negaranya, mengatakan, "Mengingat fakta bahwa kasus virus Corona di Iran menunjukkan angka yang signifikan, Perpustakaan Nasional Iran telah menghentikan kegiatannya secara kehadiran selama tiga bulan terakhir. Ruang publik dan pribadi perpustakaan ditutup.”

Gedung Arsip Nasional dan Perpustakaan Iran 

Kepala Arsip Nasional dan Perpustakaan Iran menyatakan bahwa selama periode ini, hampir semua kegiatan Perpustakaan Nasional Iran disajikan secara digital kepada anggota dan orang lain. 100 juta halaman dokumen, 150.000 jilid buku, 23.000 jilid buku anak-anak, 37.000 jilid naskah dan manuskrip tua dan 110.000 jilid disertasi mahasiswa diunggah di situs Arsip Nasional dan Perpustakaan Iran.

Ashraf Boroujerdi menekankan perlunya dokumentasi informasi Corona untuk digunakan di masa depan di Arsip Nasional dan Perpustakaan Iran dengan mencermati perubahan yang terjadi pada perekonomian negara itu setelah wabah Covid-19 dan perubahan gaya hidup.

Mengacu pada penutupan Perpustakaan Nasional Malaysia karena wabah coronavirus, Mizan Ismail, Kepala Perpustakaan Nasional Malaysia mengatakan, "Menurut perkiraan, Perpustakaan Nasional Malaysia dijadwalkan untuk melanjutkan kegiatannya pada 9 Juni.”

Menyambut pertukaran pengalaman dan informasi antara Perpustakaan Nasional Iran dan Malaysia, ia berkata, “Langkah-langkah yang dilakukan Perpustakaan Nasional Iran di masa wabah virus Corona dengan melakukan digitalisasi sebagian besar sumber dan buku yang ada dan memberikan akses terhadapnya, dapat dikatakan dengan memperhatikan pengalaman Iran, dapat dikatakan bahwa pertukaran informasi bisa sangat berguna.”

Merujuk pada digitalisasi 13 juta dokumen dalam satu tema dengan Seribu Judul di Perpustakaan Nasional Malaysia, Mizan Ismail menambahkan, “Perpustakaan Nasional Malaysia memiliki sekitar 2 juta anggota. Selama tiga bulan lalu, ketika virus Corona mewabah, 300 dari mereka berinteraksi dengan perpustakaan nasional secara online.

Ia mengatakan bahwa penggunaan teknologi sangat efektif dalam mencegah penyebaran Corona dalam situasi saat ini dan mengatakan, “Hari ini, cara terbaik untuk mencegahnya di perpustakaan adalah dengan memisahkan buku pinjaman selama 24 hingga 72 jam dari buku-buku lain."

Ismail menekankan pada mendokumentasikan informasi, terutama di wilayah Corona, dan berkata, "Tidak diragukan lagi, dokumentasi akan berguna untuk masa depan, dan perpustakaan memiliki tugas untuk memberikan perhatian yang cukup terhadap masalah ini."

Tags

Komentar