Okt 30, 2020 18:46 Asia/Jakarta
  • Mahathir Mohamad
    Mahathir Mohamad

Mantan perdana menteri Malaysia menyinggung beberapa kasus pembunuhan terbaru di Prancis dan mengatakan, umat Islam berhak untuk marah, dan menghukum Prancis.

Alalam (30/10/2020) melaporkan, Mahathir Mohamad mengaku percaya pada kebebasan berpendapat, tapi hal itu tidak boleh disalahgunakan untuk melecehkan orang lain.
 
Statemen mantan PM Malaysia dirilis untuk merespon serangan dengan senjata tajam pada hari Kamis (29/10) di dekat sebuah gereja di kota Nice, Prancis yang menewaskan tiga orang, dan melukai sejumlah lainnya.
 
Namun statemen yang ditulis di Twitter itu akhirnya dihapus karena dianggap melanggar aturan. Mahathir juga menyebut Presiden Prancis Emmanuel Macron sebagai orang yang sangat dangkal. 
 
“Pemerintah Prancis harus mengajari warganya untuk menghormati perasaan orang lain. Karena mereka menyalahkan semua Musim dan mazhab Islam gara-gara tindakan seorang yang marah, umat Islam berhak menghukum Prancis. Boikot, tidak akan pernah bisa membayar perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukan orang-orang Prancis selama bertahun-tahun,” pungkasnya. (HS)

Tags