Feb 06, 2021 11:51 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi tenaga medis Malaysia.
    Ilustrasi tenaga medis Malaysia.

Pemerintah Malaysia menargetkan proses vaksinasi virus Corona harus selesai pada Februari 2022.

Mereka menyatakan harus bisa memenuhi sasaran vaksinasi sebanyak 80 persen dari 32 juta penduduk.

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, menyatakan dalam proses vaksinasi tahap pertama pada Februari sampai April 2021 menargetkan penyuntikan terhadap 500 ribu tenaga kesehatan dan pendukung.

Kemudian dalam program vaksinasi tahap dua, mereka menargetkan menyuntik 9.4 juta penduduk yang masuk dalam kelompok rentan infeksi Covid-19. Kegiatan itu direncanakan berlangsung pada April sampai Agustus mendatang, seperti dilansir CNN Indonesia dari Reuters, Jumat (5/2/2021).

Sedangkan pada tahap akhir, yakni antara Mei 2021 hingga Februari 2022, pemerintah Negeri Jiran bakal menyuntik 16 juta penduduk yang berusia 18 tahun ke atas.

Pemerintah Malaysia menyatakan pengiriman tahap pertama vaksin buatan Pfizer-BioNTech yang mereka pesan akan tiba pada 26 Februari mendatang.

Mereka membeli vaksin dari perusahaan farmasi itu sebanyak 25 juta dosis. Mereka juga membeli vaksin Corona Sputnik V dari Institut Gamaleya, Rusia, serta memesan vaksin Corona dari perusahaan farmasi China, Sinovac Biotech.

Selain itu, mereka juga membeli vaksin buatan AstraZeneca, yang salah satunya akan diperoleh dari fasilitas COVAX. (RM)

Tags