Mar 06, 2021 14:56 Asia/Jakarta
  • Institute for Medical Research, IMR, Malaysia
    Institute for Medical Research, IMR, Malaysia

Pemerintah Malaysia menemukan dua kasus pertama Covid-19 dari virus SARS-CoV-2 Nigeria, yang juga dikenal sebagai varian B.1.525.

Seperti dikutip situs The Star (6/3/2021), Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan, kasus ini ditemukan pada dua warga asing yang terbang dari Uni Emirat Arab.
 
Mereka terbukti positif Covid-19 setelah menjalani tes PCR (reverse transcription polymerase chain reaction) setibanya dari Dubai.
 
Noor Hisham menambahkan, Institute for Medical Research (IMR) kemudian akan melanjutkan penanganan kasus ini dengan melakukan pengurutan genom lengkap, sehubungan dengan riwayat perjalanan mereka.
 
"Analisis lebih lanjut membuktikan semua mutasi yang dilaporkan sesuai dengan varian ini," ujarnya.
 
Dr Noor Hisham menjelaskan, ini termasuk mutasi protein E484K, Q677H, F888L dan rangkaian penghapusan protein serupa yang terlihat pada varian Inggris, B.1.1.7.
 
Menurutnya, mutasi protein E484K menjadi perhatian serius karena mutasi ini telah dilaporkan mampu menghindari sistem kekebalan tubuh manusia.
 
Dr Noor Hisham mengatakan, varian Nigeria, B.1.525, pertama kali terdeteksi di Inggris dan Nigeria pada Desember 2019 lalu. (HS)

Tags