Mar 15, 2021 14:55 Asia/Jakarta
  • Pengunjuk rasa Muslim Malaysia (Kompas, AFP PHOTO/MOHD RASFAN)
    Pengunjuk rasa Muslim Malaysia (Kompas, AFP PHOTO/MOHD RASFAN)

Pengadilan Tinggi Malaysia baru-baru ini mencabut peraturan pemerintah yang melarang penggunaan kata "Allah" oleh non-Muslim, karena dianggap melanggar hak konstitusi warga terkait kebebasan beragama.

Situs Vatican News (14/3/2021) melaporkan, setelah lebih dari satu dekade, akhirnya Pengadilan Tinggi Malaysia memutuskan penggunaan kata-kata Islam termasuk kata Allah oleh orang Kristen dan non-Muslim lainnya, tidak melanggar hukum.
 
Berkat keputusan Pengadilan Tinggi Malaysia itu, warga non-Muslim bahkan bisa menggunakan tiga kata Islam lain yaitu kata Kaabah (tempat suci Islam di Mekkah), Baitullah (Rumah Tuhan), dan solat (doa).
 
Aturan yang melarang penggunaan kata “Allah” di Malaysia pada awalnya diterapkan pada tahun 1986. Kementerian Dalam Negeri Malaysia mengeluarkan larangan penggunaan “Allah” dalam publikasi Kristen, dengan alasan mengancam ketertiban umum. (HS)

Tags