Apr 21, 2021 20:01 Asia/Jakarta
  • Aksi warga Myanmar menolak kudeta militer.
    Aksi warga Myanmar menolak kudeta militer.

Pemerintah Malaysia akan berusaha memperoleh izin agar para pemantau dapat masuk ke Myanmar pada KTT Luar Biasa ASEAN di Jakarta.

Seperti dilaporkan Radio Free Asia, Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein pada Rabu (21/4/2021) mengatakan, "Kami berharap dengan KTT ASEAN di Jakarta, junta militer Myanmar akan menyetujui kedatangan perwakilan ASEAN di negara itu untuk memantau dan membantu menormalkan situasi."

"Perdana Menteri Muhyiddin Yassin akan menghadiri KTT ASEAN di Jakarta pada hari Sabtu (24/4/2021)," tambahnya.

Penguasa militer Myanmar Min Aung Hlaing juga dikabarkan akan menghadiri pertemuan tersebut.

Malaysia dan Indonesia menyerukan pertemuan puncak para pemimpin ASEAN untuk membahas krisis di Myanmar, sebuah langkah yang sangat didukung oleh Singapura.

Hishammuddin mengatakan bahwa ia menegaskan kembali sikap Malaysia tentang situasi di Myanmar kepada sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa malam.

"Baru saja menerima panggilan telepon dari Sekjen PBB Antanio Guterres. Berbicara tentang Myanmar dan mengulangi sikap Malaysia bahwa kekerasan harus dihentikan, tahanan politik harus dibebaskan, dan perwakilan ASEAN harus diizinkan untuk bertemu dengan semua pihak yang terlibat,” tegasnya.

Militer Myanmar melakukan kudeta terhadap pemerintahan sipil pada 1 Februari 2021 dengan alasan kecurangan pemilu. Namun, rakyat Myanmar menyerukan demokrasi dan menolak junta militer. Ratusan warga tewas selama aksi penumpasan yang dilakukan militer. (RM)

Tags