Jul 02, 2021 20:29 Asia/Jakarta
  • Pasukan Gerakan Jihad Islam Palestina di Jalur Gaza.
    Pasukan Gerakan Jihad Islam Palestina di Jalur Gaza.

Salah seorang pemimpin Gerakan Jihad Islam Palestina, mengatakan Israel mengulur-ulur waktu dalam melaksanakan ketentuan perjanjian gencatan senjata dengan kubu perlawanan.

"Selama rakyat Palestina tidak memiliki keamanan dan ketenangan, maka warga Zionis juga tidak akan merasakan keamanan," tegas Ahmad al-Mudallal pada Jumat 2 Juli 2021.

Ia menambahkan peluncuran balon api oleh para pemuda revolusioner di Gaza ke arah Zionis merupakan wujud dari kemarahan mereka atas tindakan Israel.

"Rakyat kami tidak akan membiarkan Israel melakukan pemerasan dan kami menolak kasus pembebasan tahanan dikaitkan dengan pencabutan blokade Gaza atau program rekonstruksi," tegas al-Mudallal seperti dikutip laman Farsnews.

Dia menggarisbawahi bahwa kasus tahanan merupakan sebuah isu lain dan akan dilakukan dalam bentuk pertukaran tahanan, sebuah pertukaran untuk pembebasan wanita dan pria Palestina.

"Masalah rekonstruksi dan pencabutan blokade berbeda dengan kasus pertukaran tahanan. Pertukaran ini dilaksanakan sesuai perjanjian untuk memperkuat gencatan senjata antara perlawanan Palestina dan rezim Zionis," tegas petinggi Jihad Islam Palestina ini.

Al-Mudallal meminta para pemimpin Mesir dan semua mediator untuk menekan Israel agar melaksanakan perjanjian gencatan senjata.

"Selama blokade Gaza dan genosida warga Quds berlanjut, maka Israel bertanggung jawab atas peristiwa-peristiwa di kawasan," pungkasnya. (RM)

Tags