Jul 03, 2021 11:58 Asia/Jakarta
  • Aksi protes di Beirut akibat krisis ekonomi dan politik. (dok)
    Aksi protes di Beirut akibat krisis ekonomi dan politik. (dok)

Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) menyatakan lebih dari 30 persen anak-anak Lebanon menderita kelaparan.

Seperti dilaporkan televisi Yaman, Almasirah, UNICEF dalam sebuah laporan hari Jumat, 2 Juli 2021 mengumumkan bahwa lebih dari 30 persen anak-anak di Lebanon pergi tidur dalam kondisi lapar.

Laporan itu mencatat bahwa di Lebanon, satu dari 10 anak telah dikirim untuk bekerja dan 77 persen dari mereka berasal dari keluarga yang tidak menerima bantuan sosial.

Menurut UNICEF, 60 persen keluarga di Lebanon harus membeli makanan dengan mengutang atau meminjam uang, dan 30 persen anak-anak Lebanon tidak memiliki layanan kesehatan dasar.

40 persen anak-anak berasal dari keluarga yang tidak memiliki pekerjaan dan 15 persen keluarga telah menghentikan pendidikan anak-anak mereka.

80 persen keluarga mengatakan anak-anak mereka sulit berkonsentrasi pada studi mereka di rumah, yang mungkin mengindikasikan kelaparan atau tekanan mental.

Menurut UNICEF, depresi ekonomi yang berkepanjangan menjadi pemicu salah satu dari krisis yang semakin parah di Lebanon, yang terpukul akibat dampak pandemi Covid-19 dan tidak adanya stabilitas politik.

Lebanon mengalami inflasi parah sejak akhir 2019 karena krisis ekonomi dan peningkatan angka kemiskinan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kondisi ini diperparah dengan konflik politik dan kegagalan Saad al-Hariri dalam membentuk pemerintahan baru di Beirut. (RM)

Tags