Jul 05, 2021 07:50 Asia/Jakarta

Sekali lagi, bentrokan antara tentara bayaran yang berafiliasi dengan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi telah meningkat di Yaman selatan.

Yaman kembali menyaksikan eskalasi kekerasan dan konflik. Di satu sisi, koalisi Saudi telah meningkatkan serangannya di wilayah utara Yaman, dan di sisi lain, di selatan Yaman, bentrokan antara pasukan pemerintah Mansour Hadi, yang berafiliasi dengan Arab Saudi, dan tentara bayaran yang berafiliasi dengan UEA telah meningkat.

Pasukan bayaran Uni Emrat Arab

Bentrokan baru antara tentara bayaran Saudi dan UEA telah terjadi di provinsi Abyan, barat daya Yaman. Pasukan Dewan Transisi Selatan, yang berafiliasi dengan UEA, mengumumkan bahwa pasukan pemerintah yang mengundurkan diri telah menguasai sebuah kamp milik al-Hizam al-Amni, cabang militer Dewan Transisi Selatan di kota Loder di provinsi Abyan di Yaman selatan.

Sebelumnya, pasukan Mansour Hadi menculik Ja'far bin Sheikh, seorang pejabat Dewan Transisi Selatan di provinsi Shabwah dan Hadramaut, dan wakilnya, serta sejumlah anggota kelompok lainnya.

Langkah itu mendorong Dewan Transisi Selatan untuk mengumumkan bahwa mereka telah menarik diri dari Perjanjian Riyadh November 2019. Ali Abdullah al-Kathiri, Juru Bicara Dewan Transisi Selatan mengatakan bahwa penangkapan pasukan Mansour Hadi di provinsi Shabwah dan Hadhramaut adalah alasan penarikan kami dari Perjanjian Riyadh.

Pengumuman penarikan Dewan Transisi Selatan dari Perjanjian Riyadh November 2019 menyebabkan penundaan pertemuan Dewan Transisi Selatan dan pejabat Mansour Hadi, yang sedianya akan berlangsung di Arab Saudi.

Di satu sisi, mediasi antara Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman dan Saudi gagal, dan di sisi lain, para aktor yang berafiliasi dengan Arab Saudi dan UEA di Yaman selatan sekali lagi sedang melangkah di jalur eskalasi konflik.

Konflik antara tentara bayaran Arab Saudi dan UEA tampaknya akan meningkat dalam beberapa hari mendatang. Dalam hal ini, Idrus al-Zubaidi, ketua Dewan Transisi Selatan, menekankan bahwa pasukan di bawah komandonya tidak akan terikat pada keamanan dan stabilitas Shah Loder di provinsi Abyan, dan bahwa pemerintah Mansour Hadi yang mengundurkan diri akan membayar tindakan ini.

Sumber-sumber lokal di Abyan mengatakan bahwa Dewan Transisi Selatan Yaman telah mengerahkan sejumlah besar peralatan militer ke kota Zanzibar dan daerah-daerah yang bersinggungan dengan pasukan pemerintah yang akan mengarah pada konflik militer lebih luas dengan kubu pendukung Arab Saudi.

Pergerakan ini memiliki beberapa pesan penting.

Pesan pertama adalah bahwa upaya Arab Saudi untuk membentuk pemerintah persatuan nasional di Yaman selatan telah gagal. Pemerintah persatuan nasional akan dibentuk dari Perjanjian Riyadh November 2019. Perjanjian Riyadh sekarang di ambang kekalahan total.

Pesan kedua adalah bahwa pembicaraan politik antara pemerintahan Mansour Hadi yang telah mengundurkan diri dan Dewan Transisi Selatan praktis di ambang kegagalan.

Delegasi pemerintah Mansour Hadi dan Dewan Transisi Selatan tiba di Riyadh, ibukota Arab Saudi, pada akhir Mei, untuk memulai pembicaraan tentang klausul yang tersisa dari Perjanjian Riyadh, yang mencakup bidang militer dan politik. Kegagalan pembicaraan ini, yang menandai kegagalan Perjanjian Riyadh, akan menyebabkan divergensi dan perbedaan lebih lanjut antara aktor utama di Yaman selatan.

Pesan ketiga adalah bahwa krisis di Yaman sangat kompleks dan belum ada visi yang dapat ditarik untuk mengakhirinya.

Perjanjian Riyadh

Di satu sisi, mediasi antara Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman dan Saudi gagal, dan di sisi lain, para aktor yang berafiliasi dengan Arab Saudi dan UEA di Yaman selatan sekali lagi sedang melangkah di jalur eskalasi konflik.

Tags