Jul 05, 2021 18:12 Asia/Jakarta
  • Hubungan UEA dan Israel
    Hubungan UEA dan Israel

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) terus melanjutkan langkahnya untuk memperkuat hubungan dengan Israel. Kali ini UEA memberi kewarganegaraan kepada warga Israel.

UEA sejak September 2020 memulai normalisasi hubungan dengan Israel. Pemerintah Abu Dhabi selama 10 bulan lalu telah mengambil berbagai langkah untuk memperkuat hubungannya dengan Tel Aviv. Di antara langkah tersebut adalah pembukaan kedubes di Tel Aviv dan Abu Dhabi serta kunjungan menlu Israel ke UEA. Salah satu langkah lain yang diambil adalah kunjungan warga Israel ke UEA dan warga Emirat ke bumi Palestina pendudukan.

Berbagai media melaporkan bahwa pemerintah UEA dalam beberapa bulan lalu telah memberi kewarganegaraan kepada sekitar lima ribu Zionis. Laman Emirates Leaks mengungkap langkah UEA yang memberikan kewarganegaraan kepada 5.000 Zionis, tiga bulan lalu dengan mengamandemen undang-undang negara itu.

Jihad Islam Palestina

Langkah UEA tersebut diambil dengan kedok investasi di UEA khususnya Dubai dan Abu Dhabi. Pejabat Emirat mengijinkan investor dan pebisnis mengambil kewarganegaraan UEA tanpa kehilangan kewarganegaraan asli. Faktanya UEA mengklaim bahwa dengan memberi kewarganegaraan ini, mereka berusaha menarik investor asing dan isu ini dimulai oleh Emirat karena normalisasi hubungannya dengan Tel Aviv.

Langkah ini tentunya disambut warga Israel, karena tanpa kehilangan kewarganegaraan asli, mereka mendapat kewarganegaraan Uni Emirat Arab. Dengan kewarganegaraan ini, mereka juga dapat berkunjung ke negara Arab lainnya.

Koran Haaretz bulan Februari lalu menulis, "Mendapatkan kewarganegaraan UEA sebuah peluang yang tersedia bagi warga Israel berdasarkan kesepakatan normalisasi hubungan dengan Abu Dhabi. Mendapatkan kewarganegaraan ini buakan saja peluang bagi warga Israel untuk berbisnis di Abu Dhabi, tapi mereka juga dapat berkunjung ke negara lain yang dilarang dari Israel."

Langkah UEA ini mendapat respon Gerakan Jihad Islam Palestina. Gerakan Jihad Islam Palestina mengecam pemberian kewarganegaraan Uni Emirat Arab, UEA kepada 5.000 Zionis. Juru bicara Jihad Islam, Tariq Salmi menuturkan, “Langkah ini telah mencoreng muka rezim pengkhianat UEA.” Ia menambahkan, perang Seif Al Quds telah memaksakan perimbangan kekuatan baru, dan kota Al Quds adalah simbol identitas, poros konfrontasi dan pintu menuju kemenangan. Israel tidak akan pernah bisa merusak perimbangan kekuatan ini.

Poin penting di sini adalah penentangan terhadap langkah pemerintah Abu Dhabi tidak terbatas pada bangsa Palestina, tapi di dalam negeri Emirat sendiri, warga dan aktivis negara ini memprotes langkah tersebut, karena akan berujung para perubahan demografi negara ini.

Netizen UEA di jejaring sosial menulis, pemberian luas kewarganegaraan kepada warga asing, khususnya Israel berlangsung secara rahasia di Emirat, padahal warga pribumi menjadi pengungsi, dipenjara atau dicabut kewarganegaraannya.

Sepertinya pemerintah UEA melalui langkahnya ini berusaha menjadikan dirinya sebagai teladan dan contoh bagi negara Arab lain di kawasan Teluk Persia terkait hubungan dengan Israel. Tapi para kritikus meyakini bahwa langkah UEA ini akan menimbulkan ancaman budaya dan sosial serius bagi negara ini. (MF)

 

Tags