Jul 16, 2021 19:56 Asia/Jakarta
  • Saad Hariri
    Saad Hariri

Saad Hariri, perdana menteri yang ditunjuk untuk membentuk kabinet Lebanon Kamis (15/7/2021) mundur dari posisinya tersebut.

Kurang dari satu bulan dari peringatan pertama insiden ledakan mengerikan di Pelabuhan Beirut pada 4 Agustus, insiden yang berujung pada kebuntuan politik panjang di Lebanon. Setelah insiden ini, aksi demi warga menentang pemerintahan Hassan Diab mulai terbentuk dan ia terpaksa mengundurkan diri, tapi kemudian ditugaskan sebagai pelaksana tugas (PLT) perdana menteri hingga terbentuknya kabinet baru.

Mustafa Adib yang sebelumnya ditunjuk untuk membentuk kabinet, satu bulan kemudian menyatakan tidak mampu melaksanakan tugasnya tersebut, dan Saad Hariri pada Oktober 2020 ditunjuk Presiden Michel Aoun untuk membentuk kabinet. Setelah sembilan bulan gagal melaksanakan tugasnya, akhirnya Hariri mundur.

Sebab utama kegagalan Hariri membentuk kabinet dapat dicermati di friksi antara dirinya dan Presiden Aoun. Michle Aoun meyakini bahwa perdana menteri harus berkoordinasi dengan presiden di pembentukan kabinet, tapi Hariri memiliki pandangan sebaliknya dan menganggap presiden sekedar posisi seremonial serta hanya mengesahkan kabinet. Ini berujung pada friksi di antara kedua pihak.

Saad Hariri dan Presiden Michel Aoun

Selama beberapa hari terakhir banyak berita mengenai rencana Hariri mundur dari posisinya penanggung jawab pembentukan kabinet. Meski demikian Hariri pada hari Kamis bertemu dengan presiden dan mengatakan, dirinya telah menyerahkan susunan kabinet yang terdiri dari 24 menteri kepada presiden, namun Aoun menuntut perubahan di list kabinet. Permintaan tersebut ditolak oleh Hariri.

Sepertinya ia bahkan sebelum pertemuan hari Kamis dengan Presiden Aoun telah siap untuk mundur dan menambah nama baru di list kabinetnya serta menyerahkan kepada presiden. Hariri di statemennya menyatakan, "Kami gagal berdamai dengan presiden. Oleh karena itu, Saya mundur dari tugas membentuk kabinet."

Michel Aoun saat merespon statemen ini mengatakan, Hariri tidak bersedia mempertimbangkan perubahan daftar kabinet, dan penolakan prinsip kesepakatan dengan presiden oleh penanggung jawab pembentukan kabinet menunjukkan bahwa dia sudah mengambil keputusan untuk mengundurkan diri.

Oleh karena itu, pengunduran diri Hariri bukan langkah yang mengejutkan, tapi telah diprediksikan sebelumnya dan Hariri dengan menyerahkan list baru kepada presiden dan kemudian mengundurkan diri dengan alasan berbeda pendapat dengan presiden, dari satu sisi berusaha menunjukkan bahwa Aoun bertanggung jawab atas berlanjutnya kebuntuan politik di Lebanon dan dari sisi lain, menggerakkan opini publik untuk memusuhi presiden.

Sekaitan dengan ini, setelah pengunduran diri Hariri, Lebanon kembali dilanda aksi demo warga dan ratusan warga Lebanon menggelar demo di berbagai wilayah negara ini dan memblokade jalan-jalan utama dengan membakar sampah.

Sepertinya Saad Hariri melalui perilaku politiknya ini dan juga pengumuman bahwa tidak ada anggota al-Mustaqbal yang akan menjadi kandidat perdana menteri, berusaha untuk merusak citra politik Michel Aun dan menudingnya mengejar kepentingan pribadi dan kubunya serta berupaya mencegah Aoun kembali menempati posisi presiden. Dan dari sisi lain, Hariri berusaha untuk mencegah berakhirnya karir politiknya di Lebanon dengan kegagalan pembentukan kabinet. (MF)

 

Tags