Jul 24, 2021 14:22 Asia/Jakarta
  • Pasukan Nujaba Irak
    Pasukan Nujaba Irak

Wakil Sekretaris Jenderal gerakan Nujaba menyebut pernyataan menteri luar negeri Irak tentang kebutuhan negaranya terhadap pasukan AS amat disesalkan, dan menilainya untuk kepentingan AS.

Baghdad Al-Youm hari Sabtu (24/7/2021) melaporkan, Nasr al-Shammari, Wakil Sekretaris Jenderal Gerakan Perlawanan Islam Nujaba Irak menentang pernyataan Menlu Irak, Fouad Hussein,dan menilainya sebagai penghinaan terhadap pasukan keamanan Irak dan kemampuan mereka.

"Warga Irak, dengan kemampuan militer mereka, dapat melindungi negaranya sendiri dari tantangan internal atau eksternal," ujar Al-Shammari.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Irak Fouad Hussein hari Jumat selama putaran keempat pembicaraan strategis negaranya dengan Amerika Serikat di Washington mengatakan bahwa pasukan keamanan Irak masih membutuhkan pelatihan, perlengkapan dan persenjataan AS.

Pada tanggal 26 Juli, Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi akan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih untuk memulai pembicaraan.

Salah satu prioritas utama kabinet baru Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi adalah mewujudkan penarikan pasukan AS dari Irak, yang telah menjadi tuntutan publik di negara itu.

Anggota parlemen Irak melihat kehadiran pasukan AS yang terus berlanjut di Irak sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.

Mayoritas rakyat  dan kelompok Irak juga menginginkan penarikan pasukan teroris Amerika dari Irak, dan parlemen Irak menyetujuinya  dalam bentuk ketetapan pada 5 Januari 2020.(PH)

Tags