Jul 31, 2021 15:57 Asia/Jakarta
  • Parlemen Irak
    Parlemen Irak

Sejumlah anggota parlemen Irak menekankan implementasi keputusan pengusiran pasukan AS dari Irak, dan menilai Washington selama ini mempersenjatai teroris yang beroperasi di kawasan Timur Tengah.

Baghdad Al-Youm hari Sabtu (31/7/2021) melaporkan, Thamer Zabyan, wakil dari fraksi Sadiqun di parlemen Irak mengatakan, "Dalam keadaan apa pun ketetapan parlemen Irak mengenai pengusiran pasukan AS tidak bisa diabaikan begitu saja,".

"Amerika ingin memimpin negara-negara di kawasan ke arah perang dan pertumpahan darah. Itulah sebabnya mereka memasok senjata modern untuk milisi teroris," kata Uday al-Khadran, salah satu pemimpin koalisi Fatah di parlemen Irak.

Pernyataan itu muncul ketika Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi menandatangani perjanjian dengan Amerika Serikat selama kunjungannya baru-baru ini ke Washington untuk menarik pasukan AS dari Irak pada akhir tahun 2021. Tetapi beberapa dari mereka akan terus hadir di bawah misi baru, termasuk memberikan pelatihan militer kepada tentara Irak dan penasihat militer negara itu.

Setelah perjanjian tersebut, kelompok perlawananIrak menyatakan penentangan mereka terhadap kehadiran pasukan AS di negaranya, dan menekankan bahwa pasukan AS harus meninggalkan Irak sepenuhnya.

Banyak orang dan kelompok Irak telah lama menyerukan penarikan pasukan AS dari Irak, dan pada 5 Januari 2020, parlemen Irak menyetujui rencana penarikan pasukan AS.(PH)

Tags