Aug 04, 2021 15:31 Asia/Jakarta
  • Ledakan Beirut
    Ledakan Beirut

Pemimpin Partai Al-Tawhid al-Arabi Lebanon menyebut Amerika Serikat dan Barat tidak akan membiarkan nama-nama pelaku ledakan besar pelabuhan Beirut diungkapkan.

Menurut Al-Mayadeen pada hari Rabu (4/8/2021) melaporkan, Waam Wahab, Pemimpin Partai Al-Tawhid al-Arabi mengatakan, "Amerika Serikat dan negara-negara Barat telah memutuskan untuk tidak mengizinkan identitas mereka yang memiliki amonium nitrat di pelabuhan Beirut diidentifikasi,".

"Daripada mengungkap kasus [ledakan Beirut] beberapa kedutaan besar asing di Lebanon justru memusatkan semua perhatian mereka pada Hizbullah dan senjata gerakan itu," ujar mantan menteri Lebanon ini mengungkapkan alasan mengapa AS dan Barat tidak mengungkap fakta mengenai ledakan Beirut. 

Sumber media sebelumnya telah melaporkan bahwa Hakim Tariq Bitar, penyelidik khusus kasus Ledakan mengerikan di Beirut, telah mulai menuntut kasus tersebut setelah mendengar pernyataan saksi mata, dan meminta anggota parlemen Lebanon untuk memberikan kekebalan parlemen kepada beberapa orang dalam kasus tersebut dan meminta izin kepada pemerintah Lebanon untuk menginterogasi sejumlah orang.

Ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut pada 4 Agustus 2020 telah menewaskan 211 orang dan melukai lebih dari 6.000 orang, serta menyebabkan kerusakan parah di Beirut.

Hampir 3.000 ton amonium nitrat yang sangat eksplosif telah disimpan secara tidak benar di pelabuhan Beirut selama bertahun-tahun.(PH)

Tags