Aug 08, 2021 12:29 Asia/Jakarta
  • Sayid Hassan Nasrallah.
    Sayid Hassan Nasrallah.

Sekjen Hizbullah Lebanon mengatakan pencapaian terpenting dalam perang 33 hari adalah pemaksaan sebuah perimbangan baru.

Sayid Hassan Nasrallah pada Sabtu (7/8/2021) malam, menyampaikan pidato pada acara peringatan 15 tahun kemenangan Hizbullah dalam perang dengan rezim Zionis.

Dikutip dari laman Farsnews, perang 33 hari antara militer Israel dan Hizbullah dimulai pada 12 Juli 2006 dan berakhir pada 14 Agustus 2006 dengan kemenangan di pihak Hizbullah.

Nasrallah menuturkan tidak ada jet tempur Israel yang berhasil menyerang target tertentu di Lebanon dalam 15 tahun terakhir. Menurutnya, hal yang mencegah serangan ini adalah ketakutan akan pecahnya konfrontasi besar dengan Hizbullah.

Ia menambahkan kemampuan dan kualitas rudal Hizbullah telah meningkat. Perlawanan sekarang dilengkapi dengan sejumlah besar rudal presisi.

Nasrallah menegaskan bahwa balasan terhadap serangan udara rezim Zionis dapat dilakukan dari mana saja. Menurutnya, kebodohan terbesar yang bisa dilakukan oleh musuh adalah berperang dengan Lebanon.

Hari ini, lanjutnya, musuh Zionis lebih peduli tentang eksistensinya daripada di masa lalu.

"Rezim Zionis, yang didukung oleh kekuatan dunia dan beberapa negara di kawasan, takut akan konsekuensi dari berperang dengan kelompok perlawanan Lebanon," jelasnya.

Sekjen Hizbullah Lebanon lebih lanjut mengatakan Israel juga kalah di Suriah. Rezim Zionis telah gagal mencapai tujuannya di sana untuk mencegah menguatnya front perlawanan di Suriah. (RM)

Tags