Aug 23, 2021 20:09 Asia/Jakarta
  • Perundingan Wina untuk menghidupkan kembali JCPOA. (dok)
    Perundingan Wina untuk menghidupkan kembali JCPOA. (dok)

Sebuah media Amerika menyatakan bahwa rezim Zionis akan berusaha membujuk pemerintah AS untuk menghentikan pembicaraan nuklir dengan Iran.

Situs Bloomberg dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Paul Wallace mengatakan, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett akan mencoba membujuk Presiden AS Joe Biden agar tidak menghidupkan kembali perjanjian nuklir JCPOA dengan Iran ketika mereka bertemu di Washington pada hari Kamis.

Para pejabat Washington sedang mempertimbangkan beberapa opsi setelah berbulan-bulan pembicaraan untuk menghidupkan JCPOA dengan Tehran belum menghasilkan kesepakatan.

“Namun Bennett dan timnya akan menekan pemerintahan Biden agar menghentikan pembicaraan nuklir dengan Iran,” kata Bloomberg pada Senin (23/8/2021).

Bennett pada hari Minggu menulis di akun Twitternya bahwa ia telah merumuskan sebuah program terencana dalam dua bulan terakhir. Program ini akan mengekang aktivitas atom Iran dan “agresi regionalnya.”

Bennett juga akan bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi segera setelah ia kembali dari AS untuk membicarakan sejumlah isu termasuk masalah Iran.

PM rezim Zionis mengatakan bahwa Iran akan menjadi topik utama pertemuannya dengan Presiden Biden, dan menambahkan Iran sekarang telah mencapai kemajuan yang paling pesat dalam pengayaan uranium.

Perundingan Wina dimulai pada Maret 2021 dengan tujuan mengembalikan AS ke dalam JCPOA dan membujuk Iran untuk menghentikan tindakannya mengurangi komitmen perjanjian.

Babak baru negosiasi belum diketahui kapan akan dimulai. Para pejabat Barat sedang meningkatkan tekanan psikologis untuk mendorong Tehran menetapkan jadwal untuk kembali ke meja perundingan. (RM)

Tags