Sep 01, 2021 11:14 Asia/Jakarta
  • Mahmoud Abbas dan Benny Gantz
    Mahmoud Abbas dan Benny Gantz

Seorang pejabat gerakan Jihad Islam Palestina menilai opsi janji ekonomi dari rezim Zionis gagal dan tidak akan bisa mengubah sikap bangsa Palestina.

Situs Palestina Al-Youm melaporkan, Ahmad Al-Mudallal, salah seorang pejabat Jihad Islam hari Selasa (31/8/2021) mengkritik pertemuan antara Mahmoud Abbas, Kepala Otorita Ramallah, dan Benny Gantz, Menteri Urusan Perang Israel, dan menilai pertemuan dengan penjahat perang yang tangannya berlumuran darah anak-anak Palestina, tidak dapat diterima oleh siapa pun.

"Pertemuan-pertemuan ini tidak berguna dan hanya menguntungkan para penjajah. Mereka tidak akan menghasilkan apa pun selain kehancuran dan kerusakan bagi kita. Setiap orang yang percaya bahwa ada jembatan kepercayaan antara kami dan penjajah hanya ilusi belaka," ujar Al Mudallal.

"Mahmoud Abbas seharusnya berdiri di sisi Palestina dan bergandengan tangan dengan semua kelompok Palestina bukan berada di bawah bayang-bayang rezim Zionis. Sebab saat ini Palestina  membutuhkan implementasi kesepakatan dialog persatuan nasional," tegasnya.

Al-Mudallah mendesak Mahmoud Abbas tidak bergantung pada langkah AS, dan menyesuaikan kompasnya dengan persatuan Palestina berdasarkan poros perlawanan.(PH)

Tags