Sep 07, 2021 12:40 Asia/Jakarta
  • Terowongan yang digali oleh tahanan Palestina untuk kabur dari penjara Gilboa.
    Terowongan yang digali oleh tahanan Palestina untuk kabur dari penjara Gilboa.

Seorang pemimpin Gerakan Jihad Islam memperingatkan Israel bahwa musuh akan membayar harga mahal jika membunuh enam tahanan Palestina yang berhasil kabur dari penjara Gilboa.

Khaled al-Batsh, seperti dilaporkan televisi al-Mayadeen, mengatakan pada Senin (7/9/2021) malam bahwa kubu perlawanan telah memilih jihad terhadap musuh dan melanjutkan kegiatan ini.

"Hal ini telah dibuktikan oleh Mahmoud al-Arida dan rekan-rekannya yang ditawan," ujarnya dalam pidato di Gaza untuk merayakan keberhasilan enam tahanan Palestina tersebut.

Al-Batsh menegaskan bahwa jangan menyakiti para pahlawan ini dan kami memperingatkan musuh jika meneror atau membunuh mereka.

"Kami menyeru rakyat Palestina untuk membuka tangannya kepada para pahlawan ini dan membantu mereka. Kami tidak ingin mendengar bahwa seseorang akan mengembalikan mereka ke penjara," ucapnya.

Pemimpin Gerakan Jihad Islam Palestina ini menambahkan, "Kami meminta masyarakat di Jenin untuk membantu para pahlawan ini dan tidak mengabaikan mereka."

Dia menandaskan pilihan kubu perlawanan adalah berperang melawan penjajah untuk selamanya serta melanjutkan jihad dan perlawanan.

Menurut al-Batsh, hari ini kebingungan musuh bersumber dari pukulan besar yang diderita oleh institusi-institusi keamanan dan militer mereka.

Enam warga Palestina pada Senin pagi berhasil melarikan diri dari penjara Gilboa Israel, yang menerapkan standar keamanan tingkat tinggi. Lima dari tahanan itu merupakan anggota Gerakan Jihad Islam, dan satu dari mereka adalah mantan komandan kelompok Fatah. (RM)

Tags