Sep 11, 2021 18:45 Asia/Jakarta
  • pasukan Rusia di Suriah
    pasukan Rusia di Suriah

Surat kabar rezim Zionis Israel menanggapi kontrol penuh pemerintah Suriah atas Kota Daraa di dekat perbatasan wilayah pendudukan menulis, peristiwa ini membuktikan bahwa Rusia tidak berperilaku sesuai keinginan Tel Aviv.

Jerusalem Post, Jumat (10/9/2021) melaporkan, pembebasan total Kota Daraa oleh pemerintah Suriah, menunjukkan bahwa pasukan dukungan Iran di dekat perbatasan wilayah pendudukan telah mengokohkan posisinya, dan Rusia berbeda dengan keinginan Israel, menjadi pemain asli di arena ini.
 
Hari Rabu lalu, tahap akhir kesepakatan gencatan senjata antara pasukan Suriah, dan teroris dengan mediasi Rusia berakhir, dan kelompok pemberontak menyerahkan senjata mereka kepada pemerintah Suriah, lalu pergi menuju Provinsi Idlib, dan bendera Suriah akhirnya berkibar kembali di kota yang berjarak 23 kilometer dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, setelah beberapa tahun.
 
JP menulis, Rusia di Daraa, terang-terangan memasukkan tuntutan Iran, ke dalam kesepakatan, dan pejabat Israel tidak menyukai kondisi ini.
 
“Kesepakatan Daraa membuktikan Israel tidak berharap lagi bahwa Rusia akan memainkan peran melawan Iran di Suriah, dan menyerang kepentingan Iran di sana,” imbuhnya.
 
Menurut JP Post, dalam pandangan Israel, penghambat utama infiltrasi Iran di Suriah selain aksi militernya, adalah kehadiran Rusia di kawasan Asia Barat. Rusia tidak mendukung program Iran untuk meningkatkan kekuatannya di barat daya Suriah. Tapi kenyataan bertolak belakang dengan pandangan Israel. (HS) 

Tags