Sep 11, 2021 19:52 Asia/Jakarta
  • Transformasi Asia Barat, 11 September 2021

Dinamika Asia Barat sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai tahanan Palestina yang lari dari penjara rezim Zionis.

Selain itu, pemuda Palestina berhasil menembak jatuh drone militer Israel, Arab Saudi mulai meragukan komitmen AS terhadap sekutunya, Irak mengumumkan batas waktu kehadiran pasukan AS di negara Ini, Kataib Hizbullah menyebut dinas intelejen Saudi dan UEA memegang kendali Daesh di Irak, Yaman melancarkan serangan rudal balistik ke wilayah timur dan selatan Saudi, serta Mesir dan Yordania akan memasok energi ke Lebanon melalui Suriah.

 

 

Empat Tahanan Palestina yang Kabur Ditangkap Israel

Media-media Israel melaporkan pada Sabtu (11/9/2021) pagi bahwa dua buronan Palestina lainnya telah ditangkap. Sejauh ini empat dari enam tahanan yang kabur dari penjara Gilboa telah ditemukan.

Menurut surat kabar Yedioth Ahronoth, kedua pria itu adalah Zakaria al-Zubeidi, anggota Gerakan Fatah, dan Mohammed Ardah, anggota Gerakan Jihad Islam Palestina.

Mereka ditemukan di sebuah terminal khusus truk di dekat kota al-Shabli di daerah al-Jalil al-Asfal, bagian utara Palestina pendudukan.

Ribuan polisi Zionis dikerahkan selama beberapa hari terakhir untuk memburu enam tahanan Palestina. Mereka dibantu oleh pasukan penjaga perbatasan dan Unit Kontra Terorisme Israel (Yamam).

Sebelum ini, televisi al-Mayadeen Lebanon mengabarkan penangkapan dua dari enam tahanan Palestina yang melarikan diri dari penjara Gilboa yaitu Mahmoud al-Arida dan Yaqoub Qadri.

 

 

Pemuda Palestina Tembak Jatuh Drone Militer Israel

Sekelompok pemuda Palestina menembak jatuh sebuah drone tentara rezim Israel di barat Ramallah pada Sabtu (11/9/2021) pagi.

Seperti dilaporkan Palestine al-Yawm, drone Israel jatuh di desa Nabi Salih, sebelah barat Ramallah. Pasukan militer Zionis menyerbu desa tersebut setelah drone mereka jatuh.

Israel mengerahkan semua sarananya mulai dari drone dan pasukan dalam jumlah besar untuk menangkap enam tahanan yang melarikan diri dari penjara Gilboa.

 

 

Saudi Mulai Ragukan Komitmen AS terhadap Sekutunya

Mantan kepala dinas intelijen Arab Saudi menentang penarikan sistem rudal Patriot AS dari negaranya dan meminta Washingon untuk meyakinkan sekutunya tentang komitmen yang diberikan.

Pangeran Turki Al Faisal dalam wawancara dengan CNBC, Kamis (9/9/2021) mengatakan AS tidak seharunya menarik rudal Patriot dari Arab Saudi pada saat negara ini menjadi korban serangan rudal dan pesawat tanpa awak.

“Riyadh ingin Washington menunjukkan bahwa mereka berkomitmen pada kerajaan, dan itu berarti Amerika meninggalkan peralatan pertahanannya di Arab Saudi,” tambahnya.

“Saya pikir kita perlu diyakinkan tentang komitmen Amerika,” kata mantan kepala dinas intelijen Saudi ini.

AS meningkatkan kehadiran militernya di Arab Saudi pada 2019 dengan mengerahkan dua baterai rudal Patriot menyusul serangan terhadap fasilitas minyak negara itu.

Pada Juni 2021, beberapa media melaporkan bahwa Pentagon memutuskan untuk menarik aset pertahanan udara dari Asia Barat, termasuk sistem pertahanan rudal Patriot.

“Menarik rudal Patriot dari kerajaan, tidak menunjukkan niat AS yang dinyatakan untuk membantu Arab Saudi mempertahankan diri dari musuh luar,” kata Al Faisal.

Dia menegaskan AS harus secara serius menunjukkan dukungan untuk Asia Barat saat ini, terutama setelah penarikan pasukan yang kacau dari Afghanistan dan krisis yang sedang berlangsung di Kabul.

 

Pasukan AS

 

Irak Umumkan Batas Waktu Kehadiran Pasukan AS di Negara Ini

Komando Operasi Gabungan Militer Irak mengumumkan batas waktu bagi kehadiran pasukan Amerika Serikat di negara Arab itu.

"Komite Bersama Irak-AS mengumumkan batas waktu untuk kehadiran pasukan Amerika di Irak pada 31 Januari 2022, dan hal ini berdasarkan hasil dialog strategis antara kedua negara," kata juru bicara Komando Operasi Gabungan Militer Irak Tahsin al-Khafaji seperti dilansir Rusiya al-Yaum (RT Arabic) pada Jumat (10/9/2021).

Dia menambahkan, sebagai hasil dari perjanjian ini, sejumlah besar pasukan Amerika mulai ditarik dari Irak.

"AS tidak memiliki barak atau pangkalan militer di Irak, kecuali sebagian kecil di pangkalan Ain al-Assad, yang saat ini berada di bawah komando tentara Irak, dan pangkalan al-Hariri, yang sebagian besarnya dikuasai oleh pasukan Peshmerga wilayah Kurdistan Irak," pungkasnya.

Selama kunjungannya baru-baru ini ke AS, Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi bertemu dengan Presiden Joe Biden untuk membahas berbagai masalah penting.

Dalam pertemuan tersebut, al-Kadhimi menekankan perlunya penarikan pasukan AS dari Irak pada 31 Desember 2021.

Pasukan pendudukan AS telah ditempatkan di Irak sejak tahun 2003. Rakyat dan kelompok-kelompok di Irak telah berulang kali menyerukan penarikan pasukan AS dari negara mereka. Parlemen Irak juga telah menyetujui rencana penarikan pasukan AS dari negara Arab itu.

 

Kelompok teroris Daesh

 

Kataib Hizbullah: Dinas Intelejen Saudi dan UEA Pegang Kendali Daesh di Irak

Juru Bicara Kataib Hizbullah Irak menyebut kelompok teroris Daesh dijalankan di bawah kendali dinas intelijen Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Menurut Al-Furat News hari Senin (6/9/2021), Abu Ali al-Askari, juru bicara sayap militer gerakan Kataib Hizbullah Irak bereaksi terhadap serangan teroris Daesh baru-baru ini di Kirkuk dengan mengatakan, "Tindakan teroris ini dilakukan di bawah arahan dan pengawasan Rezim Saudi dan UEA,".

Teroris Daesh menyerang Kirkuk di wilayah utara Irak pada hari Minggu yang menewaskan tujuh polisi dan melukai beberapa lainnya.

Meskipun kelompok teroris Daesh berhasil dikalahkan di Irak, tapi sisa-sisa milisi teroris ini masih beroperasi dengan dukungan sejumlah negara.

 

Rudal Yaman

 

Yaman Luncurkan Rudal Balistik ke Timur dan Selatan Saudi

Juru bicara Pasukan Koalisi Arab Saudi mengatakan beberapa rudal balistik ditembakan oleh pasukan Yaman ke sejumlah wilayah di selatan dan timur Saudi.

Dikutip stasiun televisi Sky News, Minggu (5/9/2021) dinihari, Jubir Pasukan Koalisi Saudi mengabarkan penembakan sejumlah rudal balistik Yaman ke beberapa wilayah di Najran, selatan Saudi, dan Dammam di timur negara itu.

Namun seperti biasanya Pasukan Koalisi Saudi mengaku berhasil menembak jatuh rudal-rudal tersebut sebelum mengenai target.

Kantor berita Inggris, Reuters mengutip sumber keamanan Saudi mengklaim, serangan rudal balistik Yaman ke timur Saudi, tidak merusak fasilitas minyak Aramco.

Beberapa jam setelah serangan rudal ke timur Saudi, media negara ini mengabarkan terjadinya serangan rudal lain ke markas Pasukan Koalisi Saudi.

Menurut stasiun televisi Al Arabiya, sistem pertahanan udara Saudi di kota Najran berhasil menangkis rudal-rudal balistik yang ditembakan pasukan Yaman itu.

 

jalur pipa gas

 

Mesir dan Yordania akan Pasok Energi ke Lebanon Melalui Suriah

Sekretaris Jenderal Dewan Tinggi Lebanon-Suriah mengumumkan bahwa Damaskus telah menyetujui permintaan pihak Lebanon untuk mengizinkan aliran gas Mesir dan listrik Yordania melalui wilayah Suriah ke Lebanon.

Menurut Kantor Berita resmi Suriah (SANA), Nasri Khoury, Sekretaris Jenderal Dewan Tinggi Lebanon-Suriah, dalam percakapan dengan delegasi Lebanon di gedung Kementerian Luar Negeri Suriah hari Sabtu (4/9/2021) mengatakan bahwa pihak Lebanon dalam pembicaraan tersebut meminta Damaskus untuk membantu mentransfer gas dari Mesir dan listrik Yordania melalui Suriah.

Dia menambahkan bahwa pihak Suriah menyambut baik permintaan tersebut dan mengumumkan kesiapan Suriah sebagai jalur energi ke Lebanon.

Delegasi tingkat tinggi dari pemerintah Lebanon memasuki perbatasan Jadidah Yabous di perbatasan Suriah Sabtu pagi ini dan disambut oleh Menteri Luar Negeri Suriah Faisal al-Mikdad.

Delegasi Lebanon termasuk Wakil Perdana Menteri Pemerintahan Sementara, Menteri Pertahanan dan Luar Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Energi dan Direktur Jenderal Dinas Keamanan Lebanon.

Pejabat Lebanon belum pernah mengunjungi Suriah sejak dimulainya krisis Suriah pada tahun 2011, dan lawatan ini menjadi kunjungan pertama mereka ke Suriah dalam 10 tahun terakhir.

Pemerintah Lebanon menyebut langkah tersebut sebagai kebijakan menghindari konflik regional.(PH)

 

 

 

Tags