Sep 12, 2021 10:07 Asia/Jakarta
  • Sattam bin Khalid Al Saud
    Sattam bin Khalid Al Saud

Bersamaan dengan batalnya lawatan Menteri Pertahanan Amerika Serikat ke Riyadh, dan keinginan Washington untuk mempublikasikan dokumen rahasia peristiwa teror 11 September, seorang pangeran Arab Saudi mengklaim bahwa Riyadh tidak akan tunduk pada dikte AS.

Pangeran Sattam bin Khalid Al Saud, Sabtu (11/9/2021) di akun Twitternya menulis, "Arab Saudi membatalkan kunjungan Menhan AS Lloyd Austin, dan pada saat yang sama menyambut Ketua Komisi Internasional Parlemen Rusia, Duma di Riyadh. Arab Saudi tidak akan tunduk pada dikte negara mana pun, dan akan bekerja sama dengan pihak lain berdasarkan kepentingan bersama, dan penghormatan timbal balik."
 
Departemen Pertahanan AS, Pentagon hari Rabu mengabarkan penangguhan lawatan Menhan AS ke Saudi hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Setelah itu Llyod Austin mengatakan bahwa penangguhan lawatannya ke Saudi atas permintaan pemerintah Riyadh.
 
Kemarahan Saudi sepertinya dipicu dua alasan, pertama terkait dengan publikasi dokumen rahasia peristiwa teror 11 September, dan kedua terkait dengan keputusan AS untuk menarik sistem anti-rudal Patriot dari Saudi. (HS)

Tags