Sep 20, 2021 16:52 Asia/Jakarta
  • Pasukan Turki
    Pasukan Turki

Meskipun diprotes berulang kali oleh pejabat Baghdad dan Damaskus, tapi Turki masih melanjutkan serangan militernya di Irak dan Suriah.

Pemerintah Ankara selama ini mengklaim agresi militernya di Irak dan Suriah untuk menumpas kelompok militan Partai Buruh Kurdistan Turki (PKK), tapi masalahnya tidak hanya sampai di sana. Turki membangun pangkalan militer di berbagai kota di Irak dan Suriah yang bukan merupakan wilayah teritorialnya yang memicu kecaman dari pemerintah dan rakyat kedua negara Arab itu.

Meskipun menghadapi kecaman terus-menerus terhadap agresi militer Turki tersebut oleh pemerintah Irak dan Suriah, tapi Ankara masih terus melanjutkan operasi militer di wilayah kedua negara tetangganya.

Dalam hal ini, Kementerian Pertahanan Turki mengeluarkan pernyataan bahwa jet tempur Angkatan Udara Turki telah menewaskan enam anggota Partai Pekerja Kurdistan Turki (PKK) dalam sebuah operasi di Irak utara.

Kementerian Pertahanan Turki juga menekankan perlunya melanjutkan perang melawan PKK di Irak dan Suriah yang disebutnya sebagai kelompok teroris. 

 

tentara Turki

 

Intervensi Turki di Irak telah menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran, terutama setelah pemerintah Ankara memutuskan untuk mendirikan pangkalan militer besar di provinsi Duhok, wilayah utara Irak.

Menyusul pengumuman keputusan Ankara untuk membangun pangkalan militer baru di Irak dan Suriah, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengunjungi pangkalan militernya di wilayah Kurdistan Irak bersama kepala staf umum angkatan bersenjata negaranya.

Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu juga mengatakan bahwa Ankara akan melanjutkan operasi militernya di dekat perbatasan Kurdistan Irak. Secara terbuka Mendagri Turki mengatakan, "Sama seperti kami mendirikan pangkalan militer di Suriah, kami akan mendirikan pangkalan di Irak untuk mengontrol wilayah tersebut."

Ironisnya, langkah ini dilakukan tanpa koordinasi dan persetujuan dari pihak berwenang di Baghdad dan Damaskus. Oleh karena itu, invasi militer Turki di Irak dan Suriah dikecam oleh rakyat dan pemerintah kedua negara, serta masyarakat internasional. Namun, meskipun memicu protes, tapi jumlah serangan yang dilancarkan tentara Turki di beberapa bagian kedua negara tetangganya ini tidak berkurang.

 

Daerah perbatasan Turki dan Suriah

 

Militer Turki telah melakukan sejumlah operasi ilegal terhadap posisi Partai Buruh Kurdistan Turki (PKK) di utara Irak selama dua tahun terakhir. Iyad Al-Anbar, profesor ilmu politik Irak mengatakan, "Kehadiran pasukan Turki dengan cara saat ini adalah invasi yang jelas dan nyata ke wilayah Irak, dan kompromi rahasia apa pun tidak dapat menyangkal invasi ini, karena kesepakatan apa pun dalam hal ini harus disetujui oleh parlemen untuk mendapatkan legitimasi yang diperlukan,".

"Turki sedang mengejar rencana pembangunannya di kawasan dan tidak ingin meninggalkan posisi penting seperti Irak," katanya.

Tampaknya, kebijakan Ankara untuk memperkuat pengaruhnya di kawasan didasarkan pada eksploitasi rapuhnya situasi di negara-negara tetangga, seperti yang terus berlanjut di Libya dan Suriah. Turki sedang berupaya memanfaatkan konflik arus politik Irak demi kepentingannya.

Serangan militer Turki di Irak dan Suriah dan pendirian pangkalan militer di kedua negara ini dapat menjadi pembalasan yang berat bagi pemerintah Turki di masa depan. Secara khusus, otoritas Ankara terus menyerang wilayah sipil kedua negara itu, terlepas dari protes dan tuntutan para pejabat Baghdad dan Damaskus. (PH)

Tags