Sep 26, 2021 14:49 Asia/Jakarta
  • Menlu Suriah, Faisal Al-Mekdad
    Menlu Suriah, Faisal Al-Mekdad

Menteri Luar Negeri Suriah menyebut undang-undang sanksi AS tidak bermoral dan untuk melayani rezim Zionis.

Menlu Suriah, Faisal al-Mekdad kepada saluran televisi Lebanon Al-Mayadeen hari Sabtu (25/9/2021) mengatakan, "Sanksi Washington terhadap Suriah atau dikenal sebagai aturan Caesar, yang didukung oleh negara-negara Eropa, telah menciptakan masalah ekonomi bagi rakyat Suriah,".

"Negara-negara Barat memblokir bantuan apapun untuk rekonstruksi Suriah," ujar Al-Mekdad.

"Negara-negara Barat selama ini membantu kelompok teroris. sehingga pemerintah Suriah dan rakyat tidak mempercayai niat mereka,"  tegasnya.

Faisal al-Mekdad menyebut Amerika Serikat sebagai pelanggar terbesar Piagam PBB dan hak asasi manusia. 

"Jika Washington mematuhi Piagam PBB, maka banyak perang dan tekanan akan berakhir," papar Al-Mekdad.

Senat AS mengesahkan Caesar Act pada Desember 2019, dan Presiden Donald Trump saat itu menandatanganinya menjadikannya sebagai undang-undang pada 20 Desember 2019, yang mulai berlaku pada Juni 2020 hingga kini.(PH)

Tags